by

Tanyakan Perkembangan “Kasus Olat Maras”, Keluarga Korban Datangi Mapolres

Kasus Olat MarasSumbawa, Kabar Sumbawa–Keluarga korban penganiayaan kasus  Olat Maras Selasa (3/1/16) mendatangi Mapolres Sumbawa. Kedatangan mereka perihal menanyakan perkembangan penanganan kasus penganiayaan yang menimpa Burhanuddin dan Muhammad Adam dilokasi  lahan Olat maras yang terjadi belum lama ini.

Mewakili keluarga korban, Ahmad Junaedi yang dikonfirmasi seusai bertemu dengan Kapolres Sumbawa mengatakan, kedatangannya bersama keluarga korban ingin mengetahui sejauhmana perkembangan kasus tersebut telah ditanggani oleh pihak kepolisian. Selain itu secara bersama–sama mengawal kasus tersebut, baik secara tindak pidana maupun bentuk tindakan hukum lainnya.

Dijelaskan, dari hasil pertemuan dengan Kapolres Sumbawa beserta jajarannya, bahwa aparat kepolisian sejauh ini telah mengamankan satu orang yang diduga pelaku yakni (Ketua BPD Desa Kerekeh), dan berjanji kasus ini akan dilanjutkan hingga mengerucut pada tersangka lainnya.

Baca juga:  Tangkap Pengedar Narkoba, Polisi Amankan 13 Poket Shabu

Ditambahkan, pihaknya bersama keluarga korban akan tetap mendukung penuh apa terhadap berbagai upaya dan penanganan yang telah dilakukan oleh pihak Mapolres Sumbawa,” kata Junaedi.

Menyikapi hal tersebut Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad, SIK menjelaskan, untuk perkembangan kasus ini, kepolisian bersama pihak keluarga korban akan mengumpulkan saksi-saksi serta keteranggan baru, untuk nantinya didalami lagi.

“yang jelas dalam satu atau dua hari kedepan kemungkinan akan ada tersangka baru,” tandas Kapolres.

Sejauh ini, ungkap Kapolres, pihaknya sudah menangkap seorang terduga pelaku yaitu oknum Ketua BPD Desa Kereke yang dikuatkan oleh saksi-saksi dan bukti-bukti yang sudah ada. Saksi-saksinya akan di BAP lagi untuk mendukung terungkapnya pelaku-pelaku lain. Dan saat ini Ketua BPD Desa Kereke selaku terduga pelaku penganiaayan sudah di tahan sekitar 20 hari yang lalu. Meski hingga saat ini pelaku belum mengakui perbuatanya, namun pihak kepolisian terus menyesuaikan keterangan saksi-saksi hingga polisi menetapkan pelaku penganiayaan tersebut sebagai tersangka. (KS/002)