oleh

Panglima TNI: Berbagai Ancaman Tengah Mendera Bangsa Indonesia

Panglima TNI Memberikan Kuliah Umum di Universitas Samawa copy
Jenderal TNI. Gatot Nurmantyo
Panglima TNI Saat Memberikan Pidato Ilmiah Pada Acara Dies Natalis Ke- XVIII di Universitas Samawa

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa—Berbagai ancaman tengah mendera Bangsa Indonesia, ancaman itu timbul dari dalam negeri maupun luar negeri. Isi Pidato Ilmiah Panglima TNI, Jenderal TNI, Gatot Nurmantyo pada acara wisuda mahasiswa Universitas Samawa, Kamis (29/12/2016) di Auditorium Sri-Bonyo.

Dijelaskan Panglima, ancaman dalam negeri yang saat ini terjadi adalah terorisme. Apalagi hukum negara kita sangat lunak, sehingga para pelaku terorisme tumbuh subur di Indonesia. Sedangkan tetoris merupakan salah satu cara bagi negara lain untuk masuk ke dalam negara kita.

Selain itu, narkoba juga merupakan ancaman bagi kita semua dimana pada tahun 2016 ada 2 % atau sekitar 5,1 Juta penduduk Indonesia terlibat penyalahgunaan narkoba yang menyebabkan generasi pemuda kita menjadi generasi yang bodoh,” ujar Gatot Nurmantyo.

Dikatakan, persaingan ekonomi juga menjadi salah satu ancaman nyata bagi NKRI. Termasuk berita berita hoax yang juga berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Karena , NKRI merupakan negara yang kaya akan SDA sehingga negara lain sangat menghargai Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat menjanjikan.

Baca juga:  Perawat Mogok Kerja, Sekda: Jangan Giring Pemerintah Lakukan Penyimpangan

Akibatnya kata Gatot, negara lain menjadi iri kepada Indonesia dan ingin menguasai Indonesia. Karenanya bangsa Indonesia harus waspada terhadap pengaruh-pengaruh tersebut.

Panglima TNI dalam yang memberikan kuliah umum dengan judul “Mari Kita Berjuang dan Bergotong Royong Mewujudkan Indonesia Sebagai Bangsa Pemenang” juga menyampaikan, bahwa
bangsa Indonesia merupakan bangsa pejuang yang meraih kemerdekaannya dengan berjuang karena negara kita adalah patriot dan kesatria yang meraih kemerdekaan secara bersama sama atau bergotong royong.

Menurutnya, pertumbuhan penduduk setiap 6 tahun sebanyak 1 Milyar sedangkan ideal daya tampung bumi hanya bisa menampung 3-4 Milyar sudah menunjukkan bahwa bumi kita sudah overload.

“Dengan peningkatan penduduk tersebut sehingga energi bumi semakin langka, sehingga akan beralih ke energi hayati dimana energi hayati tersebut berada di garis ekuator salah satunya di Indonesia,” jelasnya.

Baca juga:  Demokrat Siap Rebut Kursi Pimpinan Dewan

Panglima mengungkapkan, Pulau Masela dan Pulau Saumlaki yang kaya akan sumber daya energi yang jaraknya hanya 2 jam dari Australia menjadi incaran negara lain dimana 1.500 pasukan marinir AS sudah stand by di Darwin, Australia. Kemudian di bagian barat Indonesia, keputusan tetap pengadilan tetap Arbitrase menolak klaim Tiongkok atas hak ekonomi di laut Tiongkok selatan yang ditandai dengan Nine Dash Line. Tapi oleh Tiongkok malah tetap mengklaim tanpa terpengaruh dan goyah dengan cara apapun.

“Bagaimana cara mengatasi semua itu ? Cara mengatasi semua itu adalah Bhineka Tunggal Ika. NKRI milik kita bersama, bukan milik perorangan maupun golongan. Mari kita bersatu padu dan bergotong royong untuk menjadi negara pemenang,” tandas Panglima TNI mengakhiri pidato ilmiahnya. (KS/001)

ksbksb ksbksb