by

Kyai Zul Maju Ke Kursi DR 1 Lewat Jalur Independen

kyai zul
Dr, KH. Zulkifli Muhadli, MBA, MM
Mantan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa—Mantan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr, KH. Zulkifli Muhadli, MBA, MM dipastikan akan menempuh jalur independen dalam bursa pencalonan Gubernur NTB 2018 mendatang.

Kyai Zul akrab disapa kepada Kabar Sumbawa usai mengikuti kegiatan Mudzakara Rea di Istana Dalam Loka Sumbawa, Jumat (16/12/2016) mengatakan, dipilihnya jalur independen karena jalur independen dapat memberikan kepastian dibandingkan memilih jalur parpol. Apalagi partai tempatnya bernaung hanya memiliki 3 kursi di DPRD Provinsi NTB.

“Dari awal proses memilih jalur independen lebih pasti, sementara jalur parpol itu kepastiannnya ada di last minutes, umpamanya sebuah parpol akan memberikan dukungan tentu pada detik-detik terakhir baru dapat diketahui kepastiannya. Nah kita ingin kepastian, makanya saya lebih memilih melalui jalur independen,” ujarnya.

Dikatakan, saat ini timnya sudah mulai bekerja dan sudah mengumpulkan sekitar 25 ribu KTP di Pulau Lombok, sedangkan syarat untuk maju melalui jalur independen dibutuhkan sedikitnya 500 ribu KTP.

“Kalau memilih jalur independen, kita dapat menemukan kepastian dukungan, namun seandainya ada dukungan dari parpol, maka bisa juga kami memilih jalur parpol,” kata Kyai Zul.

Baca juga:  Ada Dugaan Pungli, PAN Minta Segera Mutasi Kepsek Hingga Kadis

Menurutnya, langkah memilih jalur independen karena partainya  bukan partai besar yang hanya memiliki 3 kursi di DPRD Provinsi, sehingga sangatlah tidak mungkin untuk bersikukuh melalui jalur parpol. Sementara untuk syarat pencalonan gubernur membutuhkan sedkirnya 13 kursi di DPRD provinsi.

“Nah kalau saya dengan memiliki 3 kursi lantas ngotot mencalonkan diri  sebagai gubernur lewat jalur partai, ini sangat tidak masuk akal. Realistisnya sebagai wakil gubernur dong, karena kursinya kan cuma 3, yang kursinya 8 dong yang gubernur kan gitu,” tandasnya.

Petimbangan materi sama saja biayanya untuk independen juga tidak kecil dan sama sulitnya, sama sulitnya dengan meloby parpol, bedanya melalui jalur independen lebih pasti. Karena tidak bergantung kepada orang lain sementara untuk jalur parpol harus bergantung kepada orang lain. Bergantung kepada DPW DPP tidak ada kepastian sampai dengan detik terakhir nah ini yang kita khawatirkan. Jangan-jamgamn sudah menggandalkan parapol pada detik terakhir justru tidak diusung.

Sejauh ini, jelasnya tim muncul dari bawah dan sebagian besar membawa pendamping, sehingga harus berhati-hati dalam memilih agar jangan sampai pilihan tersebut dapat mempengaruhi dukungan.

Baca juga:  84 Pejabat Eselon II Dan III Di Lingkup Pemkab Sumbawa Dimutasi

Terhadap adanya pandangan tentang orang Sumbawa sulit untuk meraih posisi DR 1, Zul menegaskan bahwa pada dasarnya Lombok dan Sumbawa adalah satu.

“Jika di Lombok ada Lalu di Sumbawapun ada Lalu, sehingga pada dasarnya kita satu keturunan. Berdasarkan sejarah yang dicatat Putra kelima dari Datu Selaparang mendirikan Kedatuan Taliwang, ini menjadi bukti sejarah bahwa kita mempunyai hubungan yang erat dan sangat dekat. Mudah-mudahan semuanya akan dimudahkan, dengan selalu memohon pertimbangan dari Allah,” pungkas Kyai Zul. (KS/001)