by

Bahas Bahaya Tramadol Diknas Undang Pengurus Osis Se Kabupaten Sumbawa

osis-se-kabupaten-sumbawaSumbawa Besar, Kabar Sumbawa – Mengantisipasi maraknya penyalahgunaan Obat-obatan dikalangan pelajar dari tingkat SLTP hingga SLTA dan perguruan tinggi. Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Sumbawa sebagai SKPD terkait dalam dunia pendidikan, mengundang seluruh pengurus Osis dan pembina Osis tingkat SLTA se Kabupaten Sumbawa, kegiatan yang dipusatkan di Hotel Cirebon Selasa (22/11/16) tersebut, juga dihadiri dari pihak BNN Kabupaten Sumbawa, Kasat Narkoba Polres Sumbawa dan Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Menengah Dinas Diknas Kabupaten Sumbawa.

Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Menengah Dinas Diknas Kabupaten Sumbawa Shalahuddin MA SH
Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Menengah Dinas Diknas Kabupaten Sumbawa Shalahuddin MA SH

Ditemui seusai pertemuan tersebut, Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Menengah Dinas Diknas Kabupaten Sumbawa Shalahuddin MA SH mengatakan. acara tersebut semata-mata dalam upaya semua pihak untuk memberi pemahaman akan bahaya obat-obatan yang sedang menjangkit kalangan pelajar dan mahasiswa bukan hanya di Kabupaten Sumbawa akan tetapi di Indonesia secara umum, dipilihnya obat Tramadol serta Komix menjadi topik pembicaraan dalam acara tersebut, menginggat obat tersebut yang sedang trend di gunakan, sementara diketahui bahwa Tramadol adalah obat untuk penghilang nyeri yang kebanyakan digunakan Medis seusai operasi. ”Obat ini seharusnya dikeluarkan menggunakan resep dokter,akan tetapi kok peredarannya di kalangan pelajar bisa bebas” kata Shalahuddin MA, SH.

Baca juga:  Pacu Prestasi Siswanya, SMAN 1 Moyo Utara Tingkatkan Pembinaan

Menurutnya, Obat Tramadol sangat berbahaya. Apalagi dikonsumsi melebihi dosis. Selain berpotensi over dosis, juga berpotensi menghilangkan nyawa para penggunanya. Demikian juga terhadap penggunanya jika dilakukan Tes Urine maka hasilnya bisa sepertiorang yang mengkonsumsi Sabu.” Ungkapnya ”

Selain Tramadol, Bahaya penyalahgunaan komix juga tak luput dari topik dalam pertemuan tersebut,dimana komix pada pengkonsumsi mencampurinya dengan minuman Suplemen yang Reaksinya bahkan lebih parah dibandingkan minuman oplosan jenis arak. Menginggat Fakta di lapangan menunjukkan, penyalahgunaan obat-obatan tersebut sudah masuk hingga ke jenjang pelajar SMP. Porsentasenya memang masih kecil. Dari sekian ribu siswa, diperkirakan 30 samapi 40 pelajar yang mengkonsumsi barang tersebut.namun jumlah tersebut dari ukuran Kabupaten Sumbawa sangat besar.

Dia berharap, pertemuan yang melibatkan sejumlah pihak itu dapat meminimalisir angka penyalahgunaan Tramadol maupun Komix di kalangan pelajar. Pengurus OSIS maupun pembina OSIS diharapkan menjadi agent perubahan di sekolah. Baik melalui sosialisasi maupun kegiatan serupa yang bisa menangkal pengaruh penyalahgunaan obat tersebut.

Baca juga:  MSP UNSA dan IGI Sukses Gelar Webinar Nasional Pengembangan Pariwisata

kondisi ini harus menjadi perhatian bersama. Terutama lembaga terkait, dalam hal ini Polres Sumbawa. Kepolisian diharapkan untuk dapat menyelidiki sumber peredaran obat tersebut. “ Saya khawatir jangan-jangan ada oknum yang sengaja memainkan bisnis haram itu dan Sasaran utama mereka adalah pelajar. ” dan peran orang tua juga sangat penting.

Ia berharap, semua pihak dapat berkerjasama dalam menuntaskan masalah ini. Mulai dari siswa itu sendiri, orang tua, pihak sekolah, aparat hingga pemerintah daerah. (KS/002)