oleh

Jika Tetap Bersikukuh, Trackindo Bakal Di Depak Dari KSB

fud-wabup-ksb
Fud Syaifuddin ST
Wakil Bupati Sumbawa Barat

Sumbawa Barat, Kabar Sumbawa – PT Trackindo, selaku Sub-Kontraktor bidang penyewaan alat berat untuk PTNNT
terancam di depak dari Kabupaten Sumbawa Barat. Pasalnya, apabila hingga deadline 2 November yang diberikan Wabup tidak diindahkan PT Trackindo atau tetap bersikukuh untuk memindahkan karyawan lokal ke Lokasi Proyeknya di daerah lain, pemkab Sumbawa Barat akan memberikan Rekomendasi kepada PTAMI (Aman Mineral International) untuk tidak lagi menggunakan jasa Perusahaan itu dalam Proyek Batu Hijau jika proses peralihan dari Newmont ke PTAMI telah terlaksana.

“Kalau mereka tetap pada sikapnya, saya yang sudah berikrar untuk melakukan eksekusi terhadap mereka, ya saya akan lakukan. Dan itu resiko yang harus kita ambil.” Tegas Wabup, kepada wartawan, Senin (31/10) di Ruang Kerjanya.

Karena, kata wabup, masih banyak perusahaan lain yang bisa bekerja lebih baik dari perusahaan penyewaan alat berat tersebut dan memberikan kontribusi bagi masyarakat lokal khususnya Sumbawa Barat.

Baca juga:  Fikri: Mutasi yang Profesional, hebat dan Bermartabat

“Percuma kita menggunakan jasa perusahaan yang tidak punya kepedulian, rasa memiliki dan kontribusi bagi masyarakat lokal maupun daerah.” terangnya.

Menurutnya, jika perusahaan tersebut mempekerjakan karyawan lokal, tentunya membuat kinerja perusahaan akan lebih efektif dan efisien. Sebab, dengan mempekerjakan karyawan lokal, biaya yang mesti dikeluarkan karyawan maupun perusahaan akan bisa ditekan.

“Karena kita intinya karyawan lokal itu jangan dipindahkan atau di PHK. Kecuali kalau ada yg mau dipindahkan, ya kita tidak tahu. Tapi kalau yang tidak mau, jangan pindah lah” cetusnya.

Sehubungan dengan akan beralihnya operator tambang dari  PTNNT ke PTAMI,  posisi Trackindo yang mungkin dalam kondisi dilematis, apakah akan tetap tetap dipakai atau tidak. Terkait persoalan itu, kata wabup, merupakan persoalan lain. Tapi yang jelas, jika Trackindo masih tetap di pakai PTAMI, mereka tetap tidak boleh mentransfer karyawan lokal ataupun di PHK.

Baca juga:  Kelistrikan Di NTB Terburuk Kedua Di Indonesia

“Kalau tetap tidak mau, kami akan merekomendasikan kepada perusahaan yang baru, untuk tidak memakai mereka. Ngapain kita pakai orang yang tidak perduli dengan orang lokal. Padahal itu menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan, dan tanggung jawab sosial ditempatnya bekerja dan mencari hak hidup. Kita sebagai orang juga ingin mempertahankan hak hidup kita.” Jelasnya.

Walaupun demikian, pihaknya tetap yakin, jika management Trackindo professional pasti akan datang menemui Pemkab sebelum deadline 2 November nanti.

“Tanggal 2 saya deadline, dan mereka akan datang. Karena saya mau bertemu dengan mereka secara langsung, tidak akan bersurat lagi dan saya tidak mau menjawab secara tertulis. Saya berharap mereka punya political will yang baik terhadap pengembangan masyarakat Sumbawa barat.” Tukasnya seraya menambahkan PT Trackindo sudah dianggap sebagai bagian dari Sumbawa Barat.

“Kalau tidak, ya keluar dari Sumbawa Barat” Pungkasnya.(KS04)

Komentar