oleh

Pemberdayaan Janda Melalui Pelatihan Kewirausahaan KP3AKB KSB

Suharno
Kepala KP3AKB Kabupaten Sumbawa Barat

Sumbawa Barat, KabarSumbawa – Perempuan berstatus janda selama ini belum benar-benar mendapat perhatian serius. Contohnya dalam setiap pelatihan pemberdayaan perempuan, tidak dipisahkan secara spesifik antara yang masih berkeluarga dan sudah bercerai, pun lebih condong ke perempuan pada umumnya. Oleh karena itu, di tahun 2017 nanti, Pemerintah melalui Kantor Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (KP3AKB), akan mengusulkan program pelatihan kewirausahaan dan pengembangan diri bagi janda-janda yang ada di Sumbawa Barat.

Kepala KP3AKB, Suharno, kepada wartawan, Selasa (18/10) mengatakan, hal ini dilakukan dilakukan sebagai langkah pemerintah memberikan motivasi sekaligus membekali janda-janda ini untuk berkarya dan mencari rezeki.

iklan kampanye

“Kami akan usulkan anggaran pemberdayaan tersebut di pembahasan APBD 2017.” ujarnya.

Baca juga:  Hingga 2019, 25 milyar Dana Krabat Telah Dikucurkan

Selama ini, kata Suharno, perempuan yang sudah berstatus janda di Sumbawa Barat, kebanyakan memilih untuk bekerja ke luar negeri. Padahal, mereka mampu mencari rejeki di tanah kelahirannya dengan berkarya. Melalui program-program yang akan di usulkan pada APBD 2017 itulah nantinya para janda-janda ini akan diberikan pelatihan dan pembekalan diri. Karena, jika sudah mandiri, maka secara tidak langsung ia akan memiliki posisi tawar di mata kaum adam bahwa wanita janda mampu membekali diri.

Karena, selama ini lanjutnya, posisi wanita janda di tengah masyarakat cukup dilematis terutama janda muda. Kadang di terpa isu-isu tidak sedap jika berpenampilan modis. Dengan memberdayakan mereka seperti memberi pelatihan kewirausahaan,maka maka secara tidak langsung mendorong mereka untuk berkarya dan memiliki usaha, agar persepsi miring yang berkembang di tengah masyarakat bisa hilang.

Baca juga:  Wabup Inginkan Wisata Poto Batu, Tano Dan Mantar Lebih Di Fokuskan

Mengenai program pemerdayaan janda yang akan diusulkan untuk tahun 2017 ini, kata dia, tergantung “Ketok Palu” dari anggota DPRD KSB. Walaupun ini niat baik dan tulus dari KP3AKB bagi para janda-janda.

Sementara itu ditempat terpisah, H. Yusuf SH melalui Panitera Tamjidullah SH mengungkapkan ada sekitar 460 janda di Sumbawa Barat ini dalam 4 tahun terakhir sejak 2012. Dengan berbagai faktor yang menjadi penyebab perceraian, seperti faktor Ekonomi, cemburu, tidak ada tanggung jawab, gangguan pihak ketiga dan keharmonisan rumah tangga. Dimana 75% penyebabnya karena masalah ekonomi. (KS04)

News Feed