by

Angkatan Ke-X, Akper Samawa Mewisuda 45 Mahasiswa

wisada-akperSumbawa Besar, Kabar Sumbawa—Akademi Keperawatan (Akper) Samawa Sumbawa Besar, Senin (17/10/2016), mewisuda 45 mahasiswa. Wisuda yang dilaksanakan merupakan wisuda angkatan Ke-X Tahun Akademik 2015/2016. Acara dilaksanakan di Gedung Wanita Sumbawa Besar dihadiri Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril, BSc, Ketua DPRD Sumbawa, Lalu Budi Suryata, SP, Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, sejumlah anggota DPRD Sumbawa serta undangan lainnya.
Direktur Akademi Keperawatan (Akper) Samawa, Dr. H. Umar Hasany, S. Sos, MSi mengatakan, wisuda Ahli Madya Keperawatan (AMd. Kep) merupakan sebuah pencapian dan menjadi langkah awal untuk mencapai cita-cita hidup profesi bidang keperawatan. Sebagai kaum intelektual, dengan telah diwisuda menggambarkan kompetensi untuk selalu unggul dalam bersikap, bertindak dan bergaul di tengah masyarakat.
“Output ke depan, alumni Akper Samawa diharapkan banyak bekerja di luar negeri sebagai perawat profesional dan termotivasi untuk bisa bekerja praktek mandiri, karena sesuai UU Keperewatan. Alumni Akper bisa membuka praktek mandiri,” ujar H.Umar.
Dikatakan, Selama kurun waktu lebih dari sepuluh tahun, Akper Samawa telah mencetak Ahli Madya Keperawatan sebanyak 646 orang. Dari jumlah tersebut 67 orang telah diterima menjadi PNS, 9 orang bekerja sebagai perawat professional di luar negeri, seperti Jepang, Australia, Hongkong dan Taiwan, sedangkan 520 orang bekerja di rumah sakit dan 25 puskesmas yang ada di Kabupaten Sumbawa.
Seiring dengan perkembangannya, Akper Samawa kini telah memiliki dosen S2 sebanyak 6 orang, ditambah dengan dosen-dosen luar biasa yakni para dokter di rumah sakit yang ada di Kabupaten Sumbawa.
Bahkan dalam waktu dekat ini, kata H. Umar Akper Samawa akan menempati kampus baru yang letaknya di KM. 3, Jalan Sumbawa –Bima.
“Sekitar November nanti kami akan menempati kampus baru kami yang telah selesai dibangun dengan anggaran sekitar Rp. 4,7 milyar,” tandasnya.
Koordinator Kopertis Wilayah VIII, diwakili, Dr. Slamet Shaleh, MSC menyampaikan, bahwa kondisi tenaga keperawatan (nurse) yang bekerja di luar negeri saat ini dikuasai oleh Philipina atau mencapai sekitar 20 persen, sedangkan Indonesia saat ini persentasinya jauh sangat kecil. Karenanya agar dapat menguasai bidang ini perlu ada tambahan berupa penguasaan bahasa, terutama Bahasa Inggris.
“ Adanya UU No.2 Tahun 2016 tentang moratorium usulan pendirian Perguruan Tinggi Negeri/swasta, Intitut, Akademi termasuk Program Studi, hal ini memberikan peluang bagi PTN/ PTS, Institut dan akademi untuk meningkatkan mutu dan kwalitasnya,” kata Dr. Slamet. (KS/001)