by

Sosialisasi Kepemiluan, KPU Undang Mahasiswa Unsa

sosialisasi-kpu-dengan-mahasiswa-unsa
Sosialisasi Kepemiluan dengan Mahasiswa dan berbagai komunitas masyarakat

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa–Tingkat partisipasi pemilih pada penyelenggaraan kepemiluan, baik lokal maupun nasional cenderung menurun. Sehingga perlu upaya perbaikan, melalui sosialisasi yang dilaksanakan secara intens ke berbagai komunitas masyarakat yang ada. Setelah beberapa hari lalu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbawa melakukan sosialisasi kepada komunitas motor, komunitas musik, kini giliran mahasiswa Universitas Samawa (Unsa) diajak untuk membantu KPU dalam mensosialisasikan kepemiluan kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan Selasa (11/10/2016) di halaman Kantor KPU Sumbawa.

Secara bergantian, Komisioner KPU mulai dari Syukri Rahmat SAg, Sudirman SIP, Dr Hj Yuyun Nurul Azmi, Aryati SPd.I, dan Nur Kholis, memberikan pengarahan kepada para mahasiswa. Puluhan mahasiswa dari Universitas Samawa tekun mengikuti kuliah lapangan tentang pendidikan politik dan demokrasi lokal, dari para Komisioner KPU Sumbawa. Banyak hal yang mereka terima, terutama soal pelaksanaan pemilu di Kabupaten Sumbawa.

Ketua KPU Syukri Rahmat menjelaskan, Sosialisasi kepemiluan tidak hanya menjadi tugas KPU, tetapi juga menjadi tugas masyarakat dan pihak lainnya.

kalau ‘’KPU sekarang sedang mendorong peningkatan partisipasi pemilih. Karena kami ingin masyarakat menjadi pemilih cerdas. Jadi kami sangat apresiasi masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya,’’ ujar Syukri.

Baca juga:  7680 KPE PNS Belum Didistribusikan

Divisi Sosialisasi, Informasi, Pendidikan Pemilih, dan Pengembangan SDM Aryati menyatakan, melalui kegiatan ini KPU ingin mendorong para mahasiswa Unsa untuk tetap menggunakan hak pilihnya dalam tiap pelaksanaan pemilu dan pilkada. Karena hal ini penting, untuk memilih pemimpin kedepan.

‘’Kalau sudah bisa menggunakan hak pilih, maka itu harus dilakukan. gunakan hak pilih saudara secara rasional, jangan mudah terjebak dengan diiming-imingi sesuatu oleh pihak manapun,’’ katanya.

Ada sejumlah pertanyaan yang dilontarkan para mahasiswa. Seperti Tya Ramdani yang menanyakan soal bagaimana KPU memfasilitasi pemilih yang di luar domisili. Serta Fatri yang menanyakan bagaimana cara KPU membangun kepercayaan masyarakat untuk mau menggunakan hak pilihnya.

Menanggapi hal itu, Divisi Teknis Penyelenggaraan Sudirman SIP menjelaskan, sesuai aturan yang berlaku kalau masyarakat yang diluar domisili bisa memilih dimanapun. Asalkan menunjukkan identitas kalau dia merupakan WNI, sudah cukup umur untuk bisa memilih serta lainnya. Dimana dia bisa masuk dalam daftar pemilih tambahan, atau daftar pemilih khusus.

Baca juga:  Sekda: APBDP 2018 PPK Lingkup Pemkab Sumbawa Dijabat oleh Eselon 4

‘’Sekarang sudah bisa memilih dimana saja. Misalnya adik mahasiswa tidak bisa pulang ke kampungnya saat pemilihan, bisa dilakukan di TPS dekat tempat kosnya. Tinggal lapor saja ke petugas kami untuk diverifikasi. Kalau memenuhi, maka bisa langung menentukan hak pilihnya,’’ papar Sudirman.

Divisi Hukum dan Pengawasan, Dr. Hj. Yuyun Nurul Azmi, SPt. MT menambahkan, banyak upaya yang dilakukan KPU untuk membangun kepercayaan masyarakat agar mau gunakan hal pilihnya. Salah satunya intens melakukan sosialiasi ke berbagai kelompok masyarakat yang ada. (KS/001)