by

Polisi Temukan Kejanggalan Terkait Terbakarnya Kayu Sitaan KPH Batulanteh

kebakaran-kayuSumbawa Besar, Kabar Sumbawa—Penyidik Kepolisian akan mendalami kembali terkait kasus terbakarnya kayu di KPH Batulanteh. Sebab dari oleh TKP yang dilakukan Penyidik Sat Reskrim Polres Sumbawa ditemukan adanya kejanggalan dari peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Yusuf Taurizi, Rabu (21/09/2016) menjelaskan, hasil pemeriksaan oleh penyidik pertama kali disebutkan kayu yang terbakar hanya 3 kubik, padahal secara kasat mata saat oleh TKP dilaksanakan jumlahnya lebih dari itu. Sebab hasil pemeriksaan dokumen lebih lanjut diketahui ada 7 kubik kayu yang terbakar. “Kami akan periksa lagi, kok yang dibakar masih ada sisa dan tidak sesuai dokumen. Sehingga kami mau memperdalam lagi kepada yang jaga malam,” ujar Yusuf.

Dikatakan, penjaga malam tersebut harusnya mulai bekerja pada jam 8 malam hingga jam 8 pagi. Tapi yang bersangkutan beralasan keluar ke Dinas Kehutanan, inilah kejanggalan yang ditemukan. Sebab yang bersangkutan diketahui merupakan pegawai honorer di KPH Batulanteh berinisial SU. “Dia piket malam tapi saat kebakaran terjadi yang bersangkutan tidak berada di tempat, inilah yang akan kami coba terlusuri kembali.

Baca juga:  Bupati Resmikan Kantor Bank NTB Syariah KCP Lopok

Kasat Reskrim mengaku bahwa kasus yang ditangani tersebut mendapatkan atensi dari masyarakat khususnya DPRD. Apalagi yang terbakar merupakan barang sitaan. Pihaknya berharap kasus ini dapat segera terungkap, dengan catatan saksi tidak menutup diri.

“Kalau saksi tidak jujur maka akan repot untuk mengungkapkan. Belum bisa berikan kesimpulan apa-apa, kami melihat ada kejanggalan. Kalau jenis kayunya sih susah terbakar. Kami mau periksa orang dalam KPH dulu. Belum bisa menuduh atau menyangka. Berdasarkan kesimpulan hasil olah TKP dan keterangan saksi, kami menduga kayu tersebut dibakar, namun belum bisa kami tetapkan siapa tersangkanya,” tandas Kasat Reskrim. (KS/001)