oleh

Pengurus BNN Kabupaten Sumbawa Resmi Dilantik

pelantikan-bnnSumbawa Besar, Kabar Sumbawa—Pengurus Badan Narkotika Nasional BNN) Kabupaten Sumbawa, Rabu (14/9/2016) resmi dilantik. Pelantikan empat orang pengurus BNNK Sumbawa tersebut berdasarkan Keputusan Kepala Badan Narkotika Nasional, Nomor: KEP/268/VIII/KA/KP.02.00/2016/BNN, dan Keputusan Nomor: KEP/269/VIII/SU/KP.02.00/2016/BNN tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan di lingkungan Badan Narkotika Nasional, mengangkat Syirajuddin Mahmud sebagai Kepala BNN Kabupaten Sumbawa, Emy Supatni, SE sebagai Kasubbag Umum BNN Kabupaten Sumbawa, Nursyafruddin, A.Md sebagai Kasi Pencegahan dan Dayamas BNN Kabupaten Sumbawa, serta H. Muhammad Surkati, SKM sebagai Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Sumbawa. Para Pejabat Struktural BNN Kabupaten Sumbawa itu dilantik langsung oleh Kepala BNN Provinsi NTB Drs. Riyanto, M.Si.

Dalam sambutannya Kepala BNN Provinsi NTB Drs. Riyanto, M.Si mengatakan, “upacara pelantikan empat orang pejabat struktural BNN Kabupaten Sumbawa bukan hanya sekedar seremonial saja, tetapi menjadi kebutuhan, karena pemerintah pusat sudah mendesak untuk segera dilaksanakan pelantikan. BNN Kabupaten Sumbawa merupakan satu dari 16 BNNK diseluruh Indonesia, dan menjadi kebanggaan di BNN Provinsi NTB. Saat ini, Indonesia berada pada kondisi darurat narkoba, termasuk juga Kabupaten Sumbawa. dengan berdirinya BNNK Kabupaten Sumbawa, harapannya pelayanan tentang narkoba bisa cepat terlayani,” ujar Riyanto.

“Dengan berdirinya BNNK Kabupaten Sumbawa ini harapannya dapat mengikis peredaran narkoba. Kabupaten Sumbawa sendiri hampir berada pada zona merah darurat narkoba. hal ini menjadi tantangan tersendiri jajaran BNNK Kabupaten Sumbawa yang baru dilantik untuk bisa membebaskan khususnya Kabupaten Sumbawa dari narkoba. Menjadi tugas pokok BNNK Kabupaten Sumbawa untuk menjelaskan kepada masyarakat agar para pecandu, dan pengguna narkoba harus menjalani rehabilitasi. Selain itu, BNNK Kabupaten Sumbawa harus bisa menjadi contoh bagi BNNK yang lain, harus bersih dari narkoba itu sendiri, bersih dari korupsi, serta senantiasa melayani masyarakat,” paparnya.

Baca juga:  Rapat Paripurna, Bupati Sumbawa Sampaikan LKPJ

Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril, B.Sc yang turut menyaksikan pelantikan tersebut bersama Wakil Bupati Sumbawa, Pimpinan Forkopimda Kabupaten Sumbawa, Ketua GOW Kabupaten Sumbawa, para Kepala SKPD, Toga, Toma Kabupaten Sumbawa dalam sambutannya menyampaikan, sejarah pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumbawa tidak terlepas dari adanya kekhawatiran Pemerintah Daerah dan juga masyarakat akan mulai maraknya peredaran gelap narkoba di Tana Samawa. Demikian pula pemerintah pusat melihat permasalahan terkait penyalahgunaan narkoba di Indonesia terus meningkat dan makin serius sehingga mendorong presiden untuk menata kembali regulasi dalam menghadapi ancaman bahaya narkoba dengan menerbitkan berbagai peraturan salah satunya Peraturan Presiden Nomor 83 tahun 2007 Tentang Badan Narkotika Nasional, Badan Narkotika Provinsi (BNP) dan Badan Narkotika Kabupaten/Kota (BNK), yang memiliki kewenangan operasional melalui kewenangan anggota BNN terkait dalam satuan tugas. Dimana BNN-BNP-BNKAB/Kota merupakan mitra kerja pada tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota yang masing-masing bertanggung jawab kepada Presiden, Gubernur dan Bupati/Walikota, serta masing-masing (BNP dan BN Kab/Kota) tidak mempunyai hubungan struktural-vertikal dengan BNN.

Bupati menambahkan, adanya PP tersebut kemudian ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Sumbawa dengan membentuk Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sumbawa tahun 2010 dimana Wakil Bupati Sumbawa menjabat sebagai ketua-nya. Selama kurun waktu 6 tahun, tantangan yang dihadapi Badan Narkotika Kabupaten Sumbawa semakin berat dan menuntut pemerintah daerah untuk meminta pemerintah pusat agar membentuk Badan Narkotika Nasional di Kabupaten Sumbawa. Ini dilakukan agar dalam menghadapi kondisi darurat narkoba yang dialami Kabupaten Sumbawa, institusi terkait dapat bekerja secara maksimal dan terarah.

Baca juga:  Dewan Minta Pemda Segera Tangani Jembatan Orong Telu

“Di Kabupaten Sumbawa sendiri, kasus peredaran gelap narkoba sudah merambah hingga ke desa-desa. Ini dibuktikan dengan keberhasilan aparat penegak hukum beberapa waktu lalu menangkap pelaku terkait narkoba di Kecamatan Labangka, di Berora Kecamatan Lape, dan juga di Kecamatan Empang dengan barang bukti umumnya berupa sabu-sabu. Dari gambaran tersebut, BNN Kabupaten Sumbawa memiliki PR besar selain dalam hal melakukan penindakan hukum juga mendorong para pecandu agar menjalani rehabilitasi sehingga bisa pulih dari ketergantungan narkoba. Untuk itu melalui kesempatan ini saya mengajak kepada kita semua bersama-sama BNN Kabupaten Sumbawa untuk bahu membahu memerangi peredaran gelap narkotika di Tana Samawa dengan menghimbau masyarakat kita jika mengetahui informasi seseorang yang mengalami kecanduan narkoba agar segera dilaporkan ke institusi terkait untuk dilakukan tindakan rehabilitasi.

Selain itu, kepada seluruh SKPD diharapkan agar pada berbagai event kegiatan sosial kemasyarakatan dapat melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada masyarakat kita untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran gelap narkoba. Saya juga meminta agar jangan ada Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Sumbawa yang sampai terlibat dengan narkoba karena selain dapat menghancurkan keluarga juga akan menghancurkan karir saudara-saudara sekalian,” harap Haji Husni sapaan akrab Bupati Sumbawa. (KS/001)