by

Warga Desa Berare dan Kakiang Sepakat Berdamai

mediasi Warga Desa Berare dan Kakiang
Mediasi yang difasilitasi Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK. tentang masalah Warga Desa Berare dan Kakiang

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa-Kasus penganiayaan yang berujung pada mencuatnya ketegangan kedua desa yakni warga Desa Berare dan Desa Kakiang akhirnya sepakat untuk berdamai. Perwakilan warga Desa Berare dan Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir menyatakan untuk sepakat berdamai setelah dilakukan mediasi  Senin (5/09/2016) di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Polres Sumbawa. Sementara terkait kasus penganiayaan diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjutinya.

Mediasi yang dilaksanakan tersebut difasilitasi Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK. Dimana masing-masing desa mengutus kepala desa, BPD, dan sejumlah tokoh masyarakat yang didampingi Camat dan Kapolsek setempat. Turut hadir dalam mediasi, Wakil Bupati Sumbawa, salah satu anggota dewan yang berasal dari wilayah setempat, dan sejumlah pihak lainnya.

Camat Moyo Hilir, Drs. Irawan Subekti, mengapresiasi aparat kepolisian yang telah melakukan mediasi terhadap konlik kedua desa setempat. Ia juga mengapresiasi perwakilan kedua desa yang beritikad baik untuk mencari solusi dari permasalahan yang sebelumnya terjadi. Dengan adanya mediasi diharapkan permasalahan yang timbul dapat terselesaikan dengan baik, dan mendapat solusi terbaik. Mengingat dari kejadian yang sebelumnya terjadi, masyarakat merasa resah.

“Kejadian ini sebetulnya sangat disayangkan. Karena dari hal yang kecil membuat resah warga di Kecamatan Moyo Hilir. Mudah-mudahan pertemuan ini menjadi rahmat, dan tidak ada lagi perselisihan di Kecamatan Moyo Hilir,” ujarnya.

Baca juga:  Tebing di Nanga Tumpu Kembali Longsor

Kepala Desa Kakiang, M. Adnan menyampaikan, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin agar kejadian ini tidak meluas. Harapannya supaya permasalahan ini jangan sampai ditangani terlalu lama. Sehingga tidak terjadi lagi hal-hal yang lebih besar. Intinya supaya proses hukumnya dapat segera ditindaklanjuti. Pihaknya pun bersedia mendukung pihak kepolisian dalam menangani proses hukum.

“Kami percayakan prosesnya kepada pihak kepolisian, supaya cepat terselesaikan persoalannya. Dan kami akan mencoba untuk meredam masyarakat supaya tidak melakukan hal yang dapat mengganggu keamanan,” ujarnya.

Kepala Desa Berare H. Ahmad, SH menyampaikan sebenarnya masyarakat kedua desa ini satu. Dan masih memiliki hubungan keluarga yang dekat. Hanya saja tidak saling mengenal lantaran kurangnya silaturrahmi. Melalui pertemuan mediasi ini, diharapkan dapat diperoleh suatu solusi terbaik. “Kami juga tidak mengharapkan adanya kejadian ini. Hanya saja ini sudah terjadi. Kami berharap dengan mediasi ini bisa terjadi perdamaian secara menyeluruh. Karena kami juga menginginkan supaya kedua desa ini tetap kondusif. Dan kami tetap akan mendukung apabila dilakukan proses hukum nantinya,” kata Kades Berare.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah mengapresiasi pihak kepolisian yang mencoba melakukan mediasi terhadap kedua desa. Wabup berharap kedepannya, hal ini tidak terjadi lagi. Mengingat masyarakat dari kedua desa ini sebenarnya merupakan keluarga dekat. Hanya saja kurangnya silaturrahmi yang dilakukan, sehingga dimungkinkan tidk saling mengenal. “Persoalan ini tidak perlu lagi dibicarakan. Yang terpenting, kita harus memikirkan dampak yang akan terjadi kedepannya, jika masalah tetap terjadi. Makanya ada baiknya untuk berdamai, supaya masyarakat kedua desa tenang. Untuk proses hukumnya, diserahkan ke pihak kepolisian,” ungkap Wabup.

Baca juga:  BNNP NTB Sisir Rumah Kos, Tiga Orang Positif Narkoba

Wabup menghimbau, apabila terjadi persoalan jangan sampai melakukan tindak anarkis, serahkan prosesnya kepada pihak kepolisian. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak lago terjadi di kemudian hari. (KS/001)