oleh

Hutan Bakau di Nanga Boro Desa penyaring Dibabat

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa-Adanya Pembabatan Hutan Bakau (Mangrove) di Nanga Boro Desa penyaring yang terjadi belum lama ini, mengundang reaksi warga Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara, mereka mendatangi DPRD Sumbawa guna melaporkan kejadian tersebut. Salah seorang perwakilan masyarakat Desa Penyaring, Iskandar Zulkarnaen bersama H.Syamsun yang di temui Kabar Sumbawa Kamis (1/9/16) mengatakan. aksi perambahan hutan Mangrove di lokasi Nanga Boro atau lokasi muara kali Desa Penyaring tersebut kuat dugaan dilakukan oleh oknum Pemerintah Desa Penyaring.

zulkarnaen, warga desa penyaring
Iskandar Zulkarnaen
Warga Desa Penyaring

Menurut Iskandar, hingga kini luas lokasi yang telah ditebang tidak kurang dari 5 hektar, dan kemungkinan akan bertambah lagi, jika tidak segera disikapi oleh pemerintah daerah bersama aparat terkait lainnya.

iklan kampanye

Dikatakan, pada dasarnya masyarakat Desa Penyaring tidak keberatan jika lokasi tersebut diambil alih oleh pemerintah setempat untuk kepentingan umum seperti, jika dijadikan lokasi jalan samota atau kepentingan umum lainnya dengan tidak merusak ekosistem yang ada di sekitar area hutan mangrove tersebut, namun yang terjadi, lokasi hutan bakau yang menjadi pengaman bibir pantai justru dirusak demi kepentingan kelompok atau golongan tertentu.

Baca juga:  Polres Sumbawa Gencar Lakukan Aksi ‚ÄúPerangi Narkoba"

Selain melaporkan ke Legislatif, masyarakat juga telah bersurat ke pemerintah Kecamatan, Bupati sumbawa dan Mapolres Sumbawa untuk segera ditindaklanjuti.