Bupati Sumbawa Kukuhkan 50 Orang Paskibraka

paskibrakaSumbawa Besar, Kabar Sumbawa-Bupati Sumbawa H. M Husni Djibril, BSc mengukuhkan 50 Pasukan Pengibaran Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sumbawa  tahun 2016. Kegiatan dilaksanakan di aula lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa, Senin (15/8/2016).

Seluruh Paskibraka merupakan putra–putri terbaik yang telah diseleksi dari berbagai sekolah tingkat SMA/SMK/MA di Kabupaten Sumbawa. Mereka nantinya bertugas mengibarkan Bendera Merah Putih pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Republik Indonesia Tanggal 17 Agustus 2016 di Halaman Kantor Bupati Sumbawa.  Mereka juga akan bertugas menurunkan bendera pada upacara penurunan Bendera Merah Putih sore harinya.

Kegiatan pengukuhan Paskibraka ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa Drs H Mahmud Abdulah, Pimpinan DPRD Sumbawa, Forkopimda dan Kepala SKPD di Sumbawa, para Purna Paskibraka Kabupaten Sumbawa serta para keluarga dari anggota Paskibraka yang dikukuhkan.

Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril, B.Sc dalam sambutannya menyampaikan merah putih tak akan berkibar 71 tahun yang lalu tanpa peran petugas pengibarnya. Untuk di ingat kembali bahwa bendera pusaka pertama dinaikkan di rumah Soekarno di jalan pengangsaan timur 56, Jakarta, setelah Soekarno membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Bendera dinaikkan pada tiang bambu oleh paskibraka yang dipimpin oleh Kapten Latief Hendraningrat. Setelah dinaikkan, lagu “Indonesia Raya” kemudian dinyanyikan secara bersama-sama.

Pada tahun pertama Revolusi Nasional Indonesia, bendera pusaka dikibarkan siang dan malam. Setelah Belanda menguasai Jakarta pada 1946, bendera pusaka dibawa ke Yogyakarta dalam koper Soekarno. Ketika terjadi Operatie Kraai, bendera pusaka dipotong dua lalu diberikan kepada Husein Mutahar untuk diamankan. Mutahar diharuskan untuk “menjaga bendera dengan nyawa”. Walaupun kemudian ditangkap lalu melarikan diri dari tentara Belanda, Mutahar berhasil membawanya kembali ke Jakarta, menjahit kembali, dan memberikannya pada Soedjono. Soedjono lalu kemudian membawa benderanya ke Soekarno, yang berada dalam pengasingan di Bangka.

Saat memperingati HUT proklamasi kemerdekaan RI yang ke-1 Presiden Soekarno memerintahkan salah satu ajudannya, Mayor (Laut) Husein Mutahar, untuk menyiapkan pengibaran bendera pusaka di halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta. Pada saat itulah, di benak Mutahar terlintas suatu gagasan bahwa sebaiknya pengibaran bendera pusaka dilakukan oleh para pemuda dari seluruh penjuru tanah air, karena mereka adalah generasi penerus perjuangan bangsa yang bertugas.

Tetapi, karena gagasan itu tidak mungkin terlaksana, maka Mutahar hanya bisa menghadirkan lima orang pemuda (3 putra dan 2 putri) yang berasal dari berbagai daerah dan kebertulan sedang berada di Yogyakarta. Lima orang tersebut melambangkan Pancasila. Sejak itu, sampai tahun 1949, pengibaran bendera di Yogyakarta tetap dilaksanakan dengan cara yang sama.

“Bagian dari sejarah kemerdekaan RI yang saya sampaikan tadi tidak lain untuk menggambarkan bahwa begitu penting dan sakralnya tugas dari anak-anakku sekalian anggota paskibraka. Dan tugas pengibar bendera pada peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 ini akan lebih bermakna apabila kita pandai mengambil hikmah dari kemerdekaan itu sendiri, sehingga kita dapat melestarikan dan menanamkan nilai-nilai perjuangan yang telah melahirkan proklamasi kemerdekaan, terutama kepada generasi muda sebagai ahli waris dan sekaligus pewaris perjuangan kepada generasi berikutnya”, ujar Haji Husni.

Selanjutnya, Bupati Sumbawa menambahkan, “dalam rangka itu pula, hari ini kita menyaksikan pengukuhan anak-anak kita, putra putri terbaik di Tana’ Samawa yang mendapat kepercayaan dan kehormatan sebagai barisan generasi muda pengibar bendera merah putih pada puncak peringatan detik-detik proklamasi dan pada upacara penurunan bendera rabu 17 Agustus 2016. Peristiwa ini tentu merupakan kebanggaan tersendiri bagi anak-anak kita. Kebanggan itu diharapkan seiring dan sejalan dengan tumbuhnya semangat patriotisme, rasa nasionalisme, serta rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa yang utuh dari Sabang sampai Merauke.

“Kepada anak-anakku semua yang mendapat kepercayaan dan kehormatan mengemban tugas mulia ini, saya ucapkan selamat, disertai harapan agar dapat melaksanakan amanah tersebut dengan tanggung jawab yang tinggi dan penuh rasa penghormatan. Semoga momentum HUT ke-71 Proklamasi Kemerdekaan ini bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, yang kemudian secara bersama-sama dan bahu-membahu menata bangsa dan negara ini menuju masa depan yang lebih baik,”harap Bupati. (KS/0001)

News Feed