by

Terbentur Aturan Sekolah, Atlet Muathai Sumbawa Gagal Ikut Eksebisi PON dan Persiapan Sea Games

-Olahraga-22 views
Syamsul Rizal Bidang pemberdayaan prestasi Muathai Indonesia Kabupaten Sumbawa
Syamsul Rizal
Bidang pemberdayaan prestasi Muathai Indonesia Kabupaten Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa-Sebagian Atlet Muathai Indonesia Kabupaten Sumbawa yang masih berstatus pelajar khususnya yang duduk di bangku kelas III SMP maupun SMA untuk sementara waktu diharap bersabar jika ingin mengembangkan prestasi serta berniat mengikuti beberapa ajang kejuaraan olahraga, hal itu disebabkan adanya aturan dari sekolah yang tidak memperbolehkan siswa maupun siswi khususnya kelas III untuk mengikuti setiap kejuaraan, lantaran mereka harus fokus pada pelajaran, termasuk yang terjadi pada beberapa Atlet Muathai Indonesia Kabupaten sumbawa yang masih berstatus Pelajar, dimana selama empat bulan melakukan persiapan untuk mengikuti Seleksi ajang eksebisi PON dan seleksi PON Remaja di Jawa Tengah serta persiapan Sea Games yang rencana akan di berlangsung pada 2017 mendatang harus mengubur mimpi tersebut untuk tahun ini .

Saat dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut, Bidang pemberdayaan prestasi Muathai Indonesia Kabupaten Sumbawa Syamsul Rizal yang di dampingi Pelatih profesional Syaifuddin membenarkan hal itu. Dimana pihaknya telah mempersiapkan 15 orang Atlet yang akan diturunkan diberbagai kegiatan PON mendatang , termasuk eksebisi dan persiapan PON remaja di Jawa Tengah mendatang.  Begitu juga persiapan pemusatan latihan telah dilakukan setiap minggu.

Baca juga:  Bupati Sumbawa Lepas Jalan Sehat "LISA BUANA"

Lanjutnya, peluang 15 atlet sumbawa dalam kejuaraan tersebut untuk diketahui sangat besar untuk meraih juara, apalagi pihaknya tidak tanggung –tanggung akan menurunkan atlet andalannya yang juga merupakan juara nasional Muathai yakni Opan Apriadinata, ditambah juga atlet lainnya seperti Arif Juliansyah yang merupakan juara kejurnas belum lama ini dan ditambah atlet yang lainnya yang prestasinya sudah tidak diragukan lagi. Dengan adanya aturan bagi para pelajar kelas III tersebut, maka pihaknya sangat kesulitan untuk mengembangkan prestasi para atlet didiknya. Meski demikian pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan para pihak seperti Kepala Diknas Kabupaten Sumbawa bahkan dengan Bupati Sumbawa untuk mecari solusi terbaik akan hal ini. “Mengingat tujuan dari kejuaraan tersebut tidak lain untuk mengembangkan prestasi dan bakat dari pelajar, apalagi jika atlet bersangkutan telah berhasil menyumbangkan medali dan membawa harum nama Kabupaten Sumbawa ke tingkat nasional. Kami juga tidak ingin adanya aturan itu dapat menghambat prestasi siswa- siswi yang ingin maju.” Katanya” (KS/002)