oleh

Kementerian Luar Negeri dan Pemkab Sumbawa Tegaskan Pentingnya Perlindungan Hak Pekerja Migran

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa-Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, khususnya Direktorat Kerja Sama Fungsional ASEAN bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, hari ini (22/7/2016) telah menyelenggarakan seminar konsultasi publik bertema “Upaya Peningkatan Perlindungan dan Pemajuan Hak-hak Pekerja Migran di ASEAN”.

Melalui konsultasi publik yang merupakan bagian dari program Kemlu meningkatkan perlindungan terhadap warga negara, Direktorat Kerja Sama Fungsional ASEAN Kemlu RI berusaha meningkatkan awareness dan pemahaman para pemangku kepentingan di daerah, sampai pada tingkat masyarakat/komunitas, mengenai pentingnya perlindungan dan pemajuan hak-hak pekerja migran di ASEAN.

iklan kampanye

“Pelindungan warga negara Indonesia selalu menjadi prioritas pemerintah Indonesia. Dalam kaitan dengan kawasan Asia Tenggara, Kementerian Luar Negeri berupaya melaksanakan perlindungan dan pemajuan hak-hak pekerja migran di ASEAN,” kata Direktur Kerja Sama Fungsional ASEAN Kemlu, J. S. George Lantu di Sumbawa.

Baca juga:  Jadi Distributor Logistik, Pasar Karang Dima Juga Wadah UMKM dan Produk Lokal

Konsultasi publik yang mengambil tempat di Aula Kantor Bupati Sumbawa tersebut menghadirkan tiga narasumber yang kompeten dan inspiratif di bidang perlindungan dan pemajuan hak-hak pekerja migran, yaitu J.S George Lantu; Komisioner Indonesia untuk Komite ASEAN untuk Perlindungan Hak Perempuan dan Anak (ACWC), Yuyum F. Paryani; dan pakar ASEAN dan Uni Eropa dari the Asia Consulting, Rennie Roos.

Berperan sebagai moderator adalah Rudi Yulianto dari Bagian Humas Setda Kabupaten Sumbawa. “Kita harus dapat melihat bahwa persoalan pekerja migran berdampak luas, termasuk terhadap anak-anak. Terdapat anak-anak yang ditinggalkan di kampung halaman oleh para pekerja migran dan juga anak-anak pekerja migran yang lahir di luar negeri,” demikian disampaikan Yuyun dalam paparan konsultasi publik.

Baca juga:  Bayi Berusia Dua Bulan di Kota Mataram Positif Covid-19

Sementara itu, Rennie Roos mengatakan bahwa ada hal-hal yang dapat dicontoh oleh ASEAN dari Uni Eropa dalam hal hak-hak pekerja migran, dengan penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kekhasan masyarakat Asia Tenggara. Konsultasi publik ini merupakan kegiatan terakhir dari rangkaian kegiatan kerja sama Kemlu dengan Pemkab Sumbawa untuk topik perlindungan dan pemajuan hak-hak pekerja migran setelah pada Kamis (21/7) diadakan dialog kebijakan dengan pemangku kepentingan yang secara langsung terlibat pengiriman pekerja migran, dan siaran langsung talk show di salah satu radio swasta di Sumbawa. (KS/001)

iklan debat