oleh

Wirawan: Capain PAD Sektor Perijinan Tahun 2016 Meningkat Signfikan

Wirawan, kepala kppt sumbwa
Wirawan, S Si, MT
Kepala KPPT Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa-Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Sumbawa mencatat keberhasilan dalam realisasi target capain pendapatan asli daerah (PAD) di sektor perijinan. Dua aspek yang menjadi perhatian KPPT, yakni sektor retribusi dan non retribusi meningkat signifikan di akhir semester pertama Tahun 2016 ini. Diantaranya ijin mendirikan bangunan (IMB) dan HO, serta SIUP dan TDP.

Kepala KPPT Sumbawa, Wirawan, S Si, MT Jum’at (15/07/2016) di ruang kerjanya kepada Kabar Sumbawa menyampaikan, bahwa capaian di akhir semester pertama tahun ini meningkat signfikan jika dibandingkan dengan capaian pada semester yang sama di tahun sebelumnya yakni Tahun 2015 lalu.

iklan kampanye

ijelaskan, peningkatan signifikan tersebut terhadap pengurusan ijin mendirikan bangunan (IMB) sebanyak 252 ijin yang mana tahun 2015 di akhir semeter pertama hanya sebanyak 174 lembar IMB, atau 80,21 persen.

Target realisasinya Rp 600.000.000 (enam ratus juta rupiah), tapi capaiannya saat ini di angka Rp 481.000.000 (empat ratus delapan puluh juta rupiah). Hanya butuh 19 persen atau senilai Rp 120.000.000 (seratus dua puluh juta rupiah) lagi untuk mencapai target yang dibebankan untuk pendapatan asli daerah (PAD).

Baca juga:  PAD Menurun, Dewan Agendakan Rapat Khusus

Di akhir semester pertama 2015 jelas Wiwaran, pengurusan IMB hanya sebanyak 157 ijin dengan capaian 56,52 persen atau Rp 282.609.700 (dua ratus delapan puluh dua juta enam ratus sembilan ribu tujuh ratus rupiah). Sedangkan untuk pengurusan ijin HO,di akhir semester pertama tahun 2015 tercatat hanya sebanyak 27 ijin dengan capaian hanya  Rp 38.511 (tiga puluh delapan juta lima ratus sebelas rupiah) atau 51,84 persen.

Akhir semester pertama tahun ini meningkat hebat menjadi 62 ijin atau 123,28 persen dari 116 ijin yang dikeluarkan, dengan capaian pendapatan sebanyak Rp 173.499.930 (seratus tujuh puluh tiga juta empat ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus tiga puluh rupiah).“Kalau dari sisi non retribusi, SIUP dan TDP juga meningkat signifikan. Tahun lalu 715 lembar SIUP dan TDP 584 lembar. Tahun ini 1048 lembar SIUP dan 925 lembar TDP,” jelasnya.

Baca juga:  SMSI Sumbawa Ingatkan ASN Harus Netral Dalam Pilkada 2020

Menurutnya, lonjakan signifikan tersebut terjadi karena tidak terlepas dari faktor kesadaran masyarakat yang sudah tinggi untuk mengurus ijin. Juga upaya KPPT untuk langsung mensosialisasikan ke tengah masyarakat serta melayani perijinan di tempat. “Persepsi masyarakat terhadap pelayanan perijinan sudah semakin bagus. Masyarakat sudah puas dengan kinerja KPPT,” tambahnya.

Wirawan sangat optimis bahwa KPPT dapat menjadi salah satu institusi pelayanan dengan visi membuka investasi sebesar-besarnya. Untuk itu kinerja tersebut tidak hanya dipertahankan tapi akan ditingkatkan.

Agenda jangka pendek tambahnya, KPPT akan bekerjasama dengan Kominfo untuk memaksimalkan keberadaan aplikasi SICANTIK di Kecamatan dan pendampingan operasionalnya. (KS/YD)