oleh

Pembangunan Pasar Induk Sumbawa Masih Perlu Lobi Pusat

kadisko perindag
Kepala Drs Zainal Abidin
Diskoperindag Kabupaten Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa – meski sudah dirapatkan bahkan telah ada DED hingga pengusulan Rencana pembangunan pasar induk yang berlokasi di belakang terminal sumer payung kepada pemerintah pusat, namun proses pembangunannya masih menunggu hasil lobi-lobi yang dilakukan oleh pemerintah daerah ke kementerian Perdagangan RI. Hal itu dilakukan mengingat dana untuk pembangunan pasar induk tersebut akan menelan biaya besar yang diperidiksikan mencapai miliaran rupiah, hal itu disampaikan Kepala Diskoperindag Kabupaten Sumbawa Drs Zainal Abidin saat dikonfirmasi diruang kerjanya Rabu (13/7/16).

Menurutnya, DED pembangunan pasar induk tersebut telah lama di buat bahkan diusulkan pada tahun 2007-2008 lalu, akan tetapi pemerintah derah pada tahun ini kembali melakukan kembali revisi-revisi  Review terhadap DED tersebut, mengingat isi DED yang lama sudah tidah sesuai lagi dengan kondisi yang sekarang, seperti terjadi peningkatan beberapa harga barang bangunan dengan harga terbaru dan yang lainnya.dan diperkirakan pembangunan pasar induk tersebut memakan dana Rp.100 milyar.dan dengan dana yang besar tersebut, tentunya pemerintah daerah satu- satunya jalan dengan melakukan lobi khusus ke pemerintah pusat “ jika tidak bisa dibantu secara keseluruhan, minimal bertahap”katanya.

iklan kampanye

Lanjutnya, terhadap rencana pembangunan pasar induk ini, ia optimis pemerintah pusat akan mengelontorkan dananya ke daerah, hal itu berdasarkan program nawacita yang di gulirkan oleh pemerintahan Jokowi – JK dimana salah satunya program pengembangan perekonomian rakyat dengan pembangunan pasar – pasar tradisional.dimana lima tahun pemerintahannya akan dibngun 5000 pasar di seluruh Indonesia.maka setiap tahunnya pemerintah pusat akan membangun 1000 pasar, dan diharapkan usulan pembangunan pasar induk sumbawa mendapat respon cepat dari pemerintah pusat sambil pemerintah daerah melakukan lobi-lobi yang intens.(KS/JK)

Baca juga:  Perlu Solusi Komprehensif Atasi Obat Ilegal