oleh

Peringatan Nuzulul Qur’an, “Kita Satukan Hati Dan Langkah Menuju Sumbawa Hebat Dan Bermartabat”

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa–Ratusan jamaah menghadiri kegiatan malam turunnya Kitab Suci Al Qur’an yang diselenggarakan bertepatan dengan malam ke 18 Ramadhan. Di antara para jamaah tersebut, sejumlah pejabat daerah seperti Wakil Bupati, Sekda, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asisten dan para kepala SKPD. “Kita Satukan Hati dan Langkah Menuju Sumbawa Hebat dan Bermartabat”. Itulah tema Peringatan Nuzulul Qur’an 1437 H yang digelar di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar, Rabu (22/6/2016) malam tadi.

Ustadz H Ahmad Arifin LC dalam ceramahnya mengatakan, hadirnya Ramadhan agar menjadi rahmat, pembebasan dan pengampunan. Manusia katanya adalah makhluk yang tak luput dari kekhilafan. Dan manusia sempurna bukan mereka yang tidak pernah bersalah dan berbuat dosa, tapi yang menyadari kesalahan lalu bertaubat kepada Allah SWT.

Terkait dengan peringatan Nuzulul Qur’an, Ustadz Arifin—akrab dai ini disapa, menyebutkan bahwa Al-Qur’an adalah jamuan Allah. Untuk menyambut jamuan ini ada 5 hal yang harus dilakukan. Yakni membacanya setiap saat, menghafalnya, memahaminya, mengamalkannya dan mendakwahkan kandungannya.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mahmud Abdullah dalam sambutannya mengatakan bahwa Al-Qur’an tidak hanya menuntun manusia dengan menggariskan kaidah-kaidah moral dan nilai-nilai kehidupan secara lahiriah, tetapi juga bathiniah. Sebab manusia bukan hanya harus mempertanggungjawabkan hidup dan tindakan pada dirinya sendiri dan masyarakat, melainkan juga kepada Allah SWT. Al-Qur’an sebagai tuntunan hidup yang memberikan dorongan besar kepada manusia untuk selalu berbakti kepada Allah SWT, selalu berbuat kebajikan serta menjauhi kejahatan dan kemaksiatan. Hakikat dari segala tuntunannya itu adalah agar semua selalu memperbaiki kehidupannya baik secara lahiriah maupun bathiniah. “Ini berarti kita harus membangun diri kita, keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:  Pelantikan Kadis Dukcapil Tunggu SK Menteri

Karenanya Wabup menghimbau agar kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an ini bukan hanya menjadi slogan dan acara seremoni, namun diharapkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam sepanjang hayat dapat diaplikasikan dalam kehidupannya. “Saya ingin mengajak kita semua untuk memaknai peringatan Nuzulul Qur’an ini sebagai salah satu hikmat untuk mengimplementasikan revolusi mental dan pembangunan karakter bangsa, utamanya dalam memantapkan kepribadian masyarakat Sumbawa sebagai sebuah entitas yang memiliki potensi, talenta individual yang kuat daya pikiran dan intelektualnya serta memiliki jiwa mandiri dan semangat untuk berkarya,” tandasnya.

Sudah sepantasnya umat Muslim memperbanyak membaca Al-Qur’an yang penuh berkah, terlebih pada Bulan Ramadhan ini. Selaku pimpinan pemerintahan daerah, Wabup menyadari bahwa keberadaan masyarakat dan umat yang hebat, serta tatanan sosial yang bermartabat mutlak menjadi pondasi bagi terselenggaranya pemerintahan dan pembangunan yang mampu membawa ke arah kemandirian dan kesejahteraan nyang diidamkan bersama. Untuk itu pendidikan formal maupun informal akan terus didorong dan ditingkatkan guna mewujudkan Kabupaten Sumbawa yang berdaya saing, mandiri, berkepribadian berlandaskan semangat gotong-royong.

Baca juga:  Dirlantas Polda NTB Gandeng Ombudsman Tinjau Pelayanan di Polres Sumbawa.

Pendidikan Al-Qur’an dari mulai pendidikan di TPQ maupun TPA, pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, pesantren maupun pengajian sangat diharapkan untuk melembaga dalam masyarakat yang mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pendorong dan pembangun generasi Sumbawa yang hebat dan bermartabat.

Di bagian lain sambutannya, Wabup berpesan agar memanfaatkan momentum ramadhan dengan memperbanyak amal ibadah dan menjauhi larangan Allah SWT, di antaranya memakmurkan masjid dan memperbanyak membaca Al-Qur’an. Kemudian menciptakan kebersihan hati, jiwa dan lingkungan, memperkokoh persatuan dan kerukunan keharmonisan dalam konteks ukhuwah islamiah sebagai rahmatan lil’alamin. Ukhuwah islamiah sebagai pengejawantahan persatuan Indonesia yang berlandaskan pada toleransi antar umat beragama maupun toleransi antar umat seagama.

Selain itu membiasakan diri meluangkan waktu dengan melakukan “Gerakan 10 Menit” untuk membersihkan lingkungan di sekitar tempat beraktivitas setiap hari. Selanjutnya, bersama-sama menjaga kondusifitas lingkungan agar suasana ramadhan berjalan dengan hikmad dan penuh kenikmatan. Bersama aparat kepolisian dan TNI saling bahu membahu menjaga ketertiban masyarakat. “Mari kita tunjukkan bahwa Sumbawa dibangun dan berpondasikan suasana kekeluargaan dan kebersamaan dalam semangat gotong-royong. Mari kita saling mendoakan, membantu dalam ketulusan, saling menghormati dan menghargai berbagai perbedaan. Jagalah kerukunan yang sudah terbina selama ini sambil tetap waspada terhadap berbagai ancaman yang dapat mengganggu kebersamaan kita,” ajak Wabup.(KS/YD)

ksbksb ksbksb