oleh

Hasil Uji BPOM Masih Ditemukan Zat Berbahaya Pada Makanan

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa — Selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1437 Hijriah, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mataram bekerja sama dengan Diskoperindag, Dinas Kesehatan dan Sat Pol PP Kabupaten Sumbawa, Rabu (22/6) melakukan pemeriksaan terhadap produsen pangan dan distribusi pangan, serta jenis pangan untuk keperluan takjil (buka puasa). Pengawasan ini dilakukan untuk mengetahui terhadap penggunaan bahan berbahaya yang dicampur dalam produk pangan, seperti Rodhamin B, Metanin Yellow dan Borax. Berdasarkan hasil uji sample yang dilakukan dari beberapa jenis pangan di Pasar Seketeng, ditemukan adanya penggunaan Borax pada produk kerupuk tempe dan Rodhamin B pada jenis terasi.

Baca juga:  Bupati Sumbawa, "Ajak Masyarakat Waspadai Gafatar,"

Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Mataram, Yogi A Baso ditemui Kabar Sumbawa menjelaskan, uji sample yang dilakukan terhadap bahan berbahaya yang sering ditambahkan pada pangan seperti Rodhamin B, Metanin Yellow dan Borax. “Di Pasar Seketeng kami temukan produk positif mengandung Borax untuk krupuk tempe dan terasi mengandung Rodhamin B, dari total sample 20 hanya dua yang positif mengandung Borax,” ujarnya.

iklan kampanye

Dikatakan, dilihat dari semakin kecilnya temuan penggunaan bahan berbahaya pada makanan ini menandakan pedagang sudah mulai memahami tentang bahaya penggunaan Rodhamin B, Metanin Yellow dan Borax. “Tidak terlalu banyak bahan pangan yang terpapar bahan berbahaya di Kabupaten Sumbawa, namun atas adanya temuan tersebut BPOM Mataram akan melakukan penelusuran produsen pangan tersebut untuk dilakukan sosialisasi dan pembinaan,” tandasnya.

Baca juga:  Presiden Ingatkan TNI Soal Perkembangan Teknologi Pertahanan

Ditambahkan, kegiatan pengawasan yang dilakukan BPOM Mataram  saat ini difokuskan pada jenis makanan dan minuman saja, sementara untuk kosmetik dan obat-obatan tradisonal akan dilakukan pada kegiatan yang berbeda. (KS/YD)