oleh

Fikri: 100 Hari Pemerintahan Husni-Mo Lebih Baik Dari 10 Tahun Pemerintahan JM-Arasy

Fikri Ketua Tim Sukses Husni-Mo
Syamsul Fikri AR, SAg, MSi.
Ketua Tim Sukses Husni-Mo

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa—Tudingan Ketua Fraksi Hanura DPRD Sumbawa, Muhammad Yamin, SE, MSi yang menilai bahwa pemerintahan Husni-Mo belum hebat dan bermartabat ditanggapi serius oleh Ketua Tim Sukses Husni-Mo, Syamsul Fikri AR, SAg, MSi.

Menurut Fikri, pernyataan Ketua Fraksi Hanura, M. Yamin sangat subyektif karena tidak melihat fakta-fakta keberhasilan pemerintahan Husni-Mo yang telah dijalankan selama 100 hari pertama masa pemerintahannya. Bahkan program 100 hari pertama Pemerintahan Husni-Mo jauh lebih baik daripada 10 tahun masa pemerintahan JM-Arasy.

iklan kampanye

Dikatakan, keberhasilan Pemerintahan Husni-Mo pada awal pemerintahannya telah menunjukkan bukti nyata yang mengarah kepada Sumbawa Yang Hebat dan Bermartabat, diantaranya keberhasilan dalam mengatasi kasus illegal loging, dimana pemerintahan Husni-Mo telah membentuk tim gabungan dengan hasil yang sangat fantastis, setidaknya ada puluhan truk kayu hasil illegal loging berhasil diamankan termasuk para pelaku. Sementara pada masa pemerintahan sebelumnya justru telah terjadi pembiaran terhadap aksi illegal loging  dimana akibatnya terjadi perusakan hitan diberbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa.

Selain itu dari sisi penguatan anggaran, Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa telah berhasil menjemput anggaran melalui APBN Perubahan yang akan dialokasikan bagi pembangunan wilayah lingkar Selatan Sumbawa, sebagai bentuk upaya nyata pemerintah untuk membuka keterisolasian daerah-daerah terpencil, sementara pada masa pemerintahan sebelumnya daerah terisolir kurang mendapatkan sentuhan dari pemerintah.

Baca juga:  Sebanyak 8479 Warga Kurang Mampu Akan Miliki Kartu “KIS” Pada 2016 Ini

Pemerintahan Husni-Mo kata Fikri akan banyak belajar dari pemerintahan sebelumnya, terutama berkaitan dengan pembuatan taman-taman seperti Taman Unter Ketimis, Taman Kerato, Taman Genang Genis dan lainnya, Akibat kurang terpeliharanya taman-taman tersebut taman menjadi kumuh dan tidak terurus, sehingga kesalahan ini tidak ingin diulang oleh pemerintahan sekarang ini,”kata Fikri.

Berkaitan dengan mutasi yang dinilai oleh Ketua Fraksi Hanura yang juga mantan Timses JM-Arasy, menuding Tim ses melakukan intervensi terhadap kebijakan Bupati/Wakil Bupati, Fikri menegaskan, bahwa Pemerintahan Huns-Mo juga akan belajar dari system mutasi yang dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya, dengan tidak lagi menggunakan system “Tukang Sapu”. Sebagaimana diketahui bahwa Pemerintahan Husni-Mo telah berkomitmen untuk tidak membubarkan tim suksesnya, karena melalui Timses tersebut dinilai oleh Bupati sangat penting untuk mengawal Pemerintahan Husni-Mo menuju Sumbawa Yang Hebat dan Bermartabat. “Pada saat pemerintah berjalan di luar rel, maka Tim Sukses yang akan mengingatkan, sebaliknya manakala pemerintah sudah berjalan sesuai aturan  maka jelas Timses bersama seluruh masyarakat Sumbawa akan mendorong dan memberikan dukungan,” ucap Fikri.

Baca juga:  SK Pensiun Talifuddin Segera Terbit

Konsep seperti ini, kata Fikri sama halnya dengan yang dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi-JK, dimana mereka tidak pernah membubarkan Tim Koalisi bahkan mempertahankan Relawan Jokowi-JK sebagai wadah mengawal jalannya roda pemerintahan hingga saat ini. Untuk diketahui Timses Husni-Mo Kabupaten juga tetap melakukan koordinasidengan Timses di tingkat kecamatan untuk mengawal pemerintahan serta memberikan kosntribusi positif baik tenaga maupun pemikiran sebagai bentuk kecintaan akan adanya perubahan ke arah menuju Sumbawa Yang Hebat dan Bermartabat.

Ditambahkan, pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Fraksi Hanura bahwa Timses Husni-Mo tidak akan melakukan perbuatan negatif seperti yang pernah dilakukan pemerintahan sebelumnya, seperti permainan monopoli proyek maupun pemaksaan mutasi terhadap lawan-lawan politiknya, seperti adanya sejumlah pejabat yang di nonjobkan, sehingga hal itu sangat mengurangi semangat dan motivasi kerja di lingkungan Aparatur Sipil Negara. ”Kami tegaskan, bahwa persoalan mutasi bukan kewenangan timses, tetapi kewenangan Bupati dan Wakil Bupati sesuai dengan mekanisme. Kendati demikian Timses akan memberikan masukan dan saran manakala Husni-Mo membutuhkan masukan dan saran dari tim,” tandasnya. (KS/YD)