oleh

Rapat Forkompinda Bahas Berbagai Persoalan Daerah

Lalu Budi
L Budi Suryata, SP
Ketua DPRD Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa—Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Sumbawa, Senin (6/6) melakukan pertemuan membahas berbagai persoalan yang terjadi di Kabupaten Sumbawa. Berbagai persoalan yang dibahas pada pertemuan tertutup tersebut antara lain menyangkut maraknya kasus illegal loging, illegal mining, illegal fishing serta masalah pencetakan sawah baru yang dinilai gagal. Hadir dalam pertemuan tersebut, Bupati Sumbawa, Wakil Bupati, Pimpinan DPRD, Kapolres, Dandim, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Sekda serta Kepala Kesbangpoldagri Sumbawa.

Ketua DPRD Sumbawa, L Budi Suryata, SP ditemui usai pertemuan tersebut mengatakan, pertemuan yang dilaksanakan ini merupakan pertemuan rutin yang dilaksanakan sebulan sekali oleh Forkompinda. Bahkan rencananya intensitas pertemuan tersebut akan dilaksanakan dua kali dalam sebulan. Adapun beberapa persoalan yang menjadi perhatian yakni menyangkut maraknya aktivitas illegal loging yang terjadi di hutan lindung Kecamatan Plampang, di kawasan hutan Olat Rawa Kecamatan Moyo Hilir serta beberapa wilayah lainnya yang dikhawatirkan akan merusak lingkungan. “Kami minta aparat memberikan tindakan tegas kepada oknum-oknum yang telah merusak lingkungan. Sebab selain merusak alam illegal loging juga berdampak pada manusia. Untuk meminimalisir perlu segera dibangun pos-pos jaga di titik tertentu,” ujar Budi.

Baca juga:  Ratusan Cakades Bakal Jalani Seleksi Tambahan

Selain masalah illegal loging, masalah lain yang menjadi fokus pembicaraan, yakni adanya aktivitas penambangan tanpa ijin (PETI) di Desa marente Alas dimana kondisinya saat ini sudah sangat memprihatinkan. Sehingga harus segera dilakukan langkah-langkah strategis untuk menghentikan adanya aktifitas tambang liar tersebut.“Pengamanan dilakukan secara terpadu, sehingga aktifitasnya tambang liar segera dihentikan,”harapnya.

Hal lain yang juga dibicarakan pada pertemuan tersebut, kata Budi adalah masalah kondusifitas di Bulan Ramadhan, penggunaan petasan, kembang api, maraknya pencurian dan aksi pencopetan serta beberapa kasus lain. “Kasus-kasus ini dapat ditekan seminimal mungkin berkat partisipasi semua pihak,” kata Budi.

Baca juga:  Syukri Rahmat Berikhtiar Maju Pada Pilkada 2020

Terkait dengan pencetakan sawah baru. pihaknya berharap agar  ada program lanjutan, karena dari beberapa lokasi pencetakan sawah baru tidak dibarengi dengan dibangunnya saluran irigasi, sehingga program ini dapat dikatakan gagal. “Karena tidak ada irigasi dan tidak adanya sumber mata air untuk mengairi persawahan baru tersebut,” jelasnya.

Ditambahkan, peran kecamatan diharapkan lebih maksimal dalam meminimalisir terjadinya kasus persoalan pertanahan. “Peran kecamatan diharapkan lebih maksimal mengantisipasi terjadinya kasus-kasus tanah dengan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan SKPD terkait,” tandas Budi. (KS/YD)

ksbksb ksbksb