oleh

Kanwil Kemenkumham NTB: Pengawasan Warga Asing Perlu Ditingkatkan

Savial Akmily Kanwil Kemnkumham NTB
Savial Akmily, SH, MH
Kanwil Kemenkumham NTB

Kabarsumbawa.com, Sumbawa Besar — Beberapa bulan terakhir ini di Nusa Tengara Barat banyak ditemukan kasus orang asing yang tidak memiliki dokumen resmi. Bahkan dari beberapa penemuan kasus tersebut terdapat adanya warga asing asal Srilangka yang sudah tinggal menetap di Kabupaten Sumbawa selama lebih kurang 14 tahun. Untuk menekan terjadinya kasus serupa tim pengawasan orang asing harus bersinergi dengan berbagai institusi terkait, sehingga pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing dapt terus dioptimalkan. “Beberapa bulan terakhir ini Imigrasi mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk membebaskan warga asing untuk dipulangkan ke negaranya masing-masing,” ujar Kanwil Kemenkumham NTB, Savial Akmily, SH, MH di sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Sumbawa, Jum’at (3/6).

Dikatakan, dari beberapa kasus warga asing yang terjadi, ada yang sudah sempat mendirikan sebuah sekolah di Lombok, bahkan seorang berkewarganegaraan Srilangka sudah tinggal selama 14 tahun  di Sumbawa, dan saat ini kasusnya sedang diproses, “Banyak ditemukan warga Tiongkok yang melakukan aktivitas berjualan obat Cina ke sejumlah daerah di NTB, bahkan aktivitasnya itu dibantu oleh juru bahasa yang berkeliling ke desa-desa, ini tidak boleh dibiarkan, sehingga antar isntitusi perlu meningkatkan sinergitas,” kata Savial.

iklan kampanye

Selain kasus warga asing, secara spesifik persoalan yang terjadi di intitusi Kemenkumham hampir sama, yakni tingginya peredaran narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Terkait hal ini pihaknya telah melakukan pendekatan agar kasus yang terjadi tidak terlalu lepas kendali melalui kegiatan test urine bagi seluruh staf Lapas dan warga binaan, Untuk meminimalisir terjadinya kasus narkoba ditempuh pola melalui pengaktifian Lapas Produktif, di Laps Sumbawa sendiri sedang mengelola pertanian yakni menanam jahe merah dan sedang dalam persiapan panen. ”Sulitnya meretas peredaran narkoba di Lapas  karena ada semacam kebutuhan sehingga mau tidak mau warga binaan berusaha secara sembunyi memasukkan barang haram tersebut ke Lapas, ini yang harus menjadi perhatian kami,” tegas Kanwil Kemunkumham NTB.

Baca juga:  Pembangunan Kelistrikan Di NTB Masih Terkendala Masalah Lahan

Terhadap banyaknya kasus kerusuhan yang terjadi di Lapas kata Savial, hal itu dipengaruhi oleh kondisi over kapasitas, karena hampir semua Lapas di berbagai daerah di Indonesia mengalami kondisi tersebut. “Untuk sementara ini dengan koondisi yang ada dapat dilakukan upaya pembinaan dan pengawasan, meski jumlah petugas Lapas yang belum ideal dengan banyaknya warga binaan, dimana tingkat perbandingannya 1 berbanding 25. Terkait rencana perekrutan staf dari institusi lain sejauh ini masih sebatas wacana,” tandas Savial. (KS/YD)