oleh

Serapan Gabah Di Sumbawa Terancam Gagal Capai Target

ilustrasi serapan gabah di sumbawa
ilustrasi serapan gabah di sumbawa

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa — Serapan Gabah (Sergab) di Kabupaten Sumbawa sebanyak 130 ribu ton Gabah Kering Panen (GKP), atau setara beras sebanyak 62.500 ton terancam gagal capai target.  Hingga puncak musim panen (Mei-Juni) 2016 saja gabah petani baru terserap sebanyak 19.800 ton, atau baru mencapai 31 persen dari target yang ditetapkan pemerintah. Tidak tercapaianya target ini karena terindikasi gabah banyak dikirim keluar daerah.

Dandim 1607 Sumbawa
Letkol. ARM. Sumanto
Dandim 1607 Sumbawa

Dandim 1607 Sumbawa, Letkol. ARM. Sumanto kepada Kabar Sumbawa di ruang kerjanya, Senin (23/5) mengatakan, lambatnya capaian target sergab di Kabupaten Sumbawa diakibatkan banyaknya gabah maupun beras yang dikirim keluar Pulau Sumbawa, juga adanya ulah oknum mitra Bulog yang tidak menepati janji, karena tidak langsung menyalurkan gabah pembelian dari petani ke Bulog. “Hasil gabah Sumbawa memang sangat luar biasa, namun mengapa target itu belum tercapai, ini yang harus kita cari akar persoalannya,” ujar Dandim.

iklan kampanye

Dikatakan, beberapa hari terakhir ini pihaknya telah melakukan upaya penghentian terhadap truk-truk yang memuat gabah dari Sumbawa menuju ke Pelabuhan Tano. “Tindakan ini masih sebatas memberikan peringatan (warning), tetapi mulai Selasa (24/5) Jam 00.00 (Wita) tidak ada toleransi lagi bagi siapapun yang membawa gabah keluar daerah maka akan dihentikan dan diamankan di Kodim,” tegas Dandim

Baca juga:  Kasus Rumah Adat KSB, Jaksa Periksa Para Pihak

Menurut Dandim, langkah menjual gabah keluar daerah hanyalah mencari keuntungan sesaat, dimana seharusnya gabah tersebut disalurkan ke Bulog. Sehingga ke depan minimal Sumbawa mampu mencapai target. Karena target tersebut ditetapkan tentu  berdasarkan kalkulasi hitungan. Selain juga adanya penambahan pencetakan lahan sawah baru, yang diharapkan mampu memenuhi target.

Ditambahkan, waktu 45 hari untuk memenuhi  target tersebut kemungkinan tidak tercapai, namun pihaknya berusaha maksimal dengan melakukan penekanan agar hasil panen tidak dikirim keluar daerah. “Ke depan kami akan melakukan kerjasama dengan mitra Bulog untuk sama-sama turun ke lapangan dalam rangka memaksimalkan serapan gabah petani,” tandasnya. (KS/YD)

Baca juga:  Kantor Imigrasi Sumbawa Deportasi 3 WNA