oleh

Rakorda Program KKBPK Tingkat Provinsi Digelar di Sumbawa

Sumbawa Besar. Kabar Sumbawa, BKKBN Provinsi NTB bekerjasama dengan BKBPP Kabupaten Sumbawa sukses menggelar Rapat Koordinasi Daerah Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Tahun 2016 di Kabupaten Sumbawa. Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan di Wisma Daerah Kabupaten Sumbawa Selasa (24/5).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB Dr. Lalu Makripuddin, M.Si dalam laporannya mengatakan, rakoorda ini membawa misi BKKBN yakni pembangunan berwawasan kependudukan serta  menyelenggarakan keluarga berencana dan kesehatan produksi, memfasilitasi pembangunan keluarga, mengembangkan jejaring kemitraan dalam pengelolaan kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga, serta membangun dan menerapkan budaya kerja organisasi secara konsisten. Rakoorda program kependudukan KB dan pembangunan keluarga tahun 2016 akan digelar dari tanggal 23 Mei hingga 25 Mei 2016 dengan jumlah peserta sebanyak 238 orang.

iklan kampanye

Sementara itu, Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril B.Sc dalam sambutannya menyampaikan,  program kependudukan, keluarga dan pembangunan keluarga sebagai upaya mewujudkan agenda prioritas pembangunan (nawa cita) dalam dimensi pembangunan cakupannya pada dimensi pembangunan manusia yang meliputi bidang kesehatan dan bidang mental-karakter serta dimensi pemerataan dan kewilayahan terkait dengan desa, wilayah pinggiran maupun wilayah tertinggal, terpencil dan perbatasan. Hasil riset empiris menunjukkan bahwa kemajuan bangsa di masa depan sebagian besar ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, sehingga pembangunan SDM merupakan investasi jangka panjang yang harus diprioritaskan dalam perencanaan pembangunan. Ikhtiar yang dilakukan semua itu adalah dengan gerakan ‘revolusi mental berbasis keluarga’, esensi keluarga menjadi wahana pertama dan utama bagi penyemaian nilai-nilai karakter bangsa dengan pandangan bahwa keluarga sebagai pilar pembangunan bangsa, keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama yang mempunyai peranan penting dalam memenuhi kebutuhan asah, asih dan asuh serta keluarga merupakan tumpuan untuk menumbuhkembangkan dan menyalurkan potensi setiap anggota keluarga. Revolusi mental kandungannya memiliki nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong.

Baca juga:  Jokowi Pimpin Sidang Paripurna Pertama Kabinet Indonesia Maju

Sebagai percepatan pelaksanaan dan gerak lanjut Bupati yakni dengan menggunakan ‘konsep trisakti’ dalam melahirkan indonesia yang ‘berdaulat’ secara politik, melahirkan indonesia yang ‘mandiri’ secara ekonomi dan melahirkan Indonesia yang ‘berkepribadian’ secara sosial budaya. Alur agenda pembangunan bangsa tersebut ‘senafas’ dengan ikhtiar mewujudkan masyarakat Sumbawa yang berdaya saing, mandiri dan berkepribadian yang dilandasi dengan semangat gotong royong dalam memperkuat sumbawa hebat dan bermartabat.

Khusus program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga yang diselenggarakan di Kabupaten Sumbawa strategi penggarapannya dengan pendekatan holistik-integratif, hubungan kemitraan dan keterpaduan program. Program inovasi daerah yang bernilai holistik integratif adalah posyandu, pendidikan anak usia dini dan bina keluarga balita (POSPA-BKB). Atas dasar regulasi-regulasi tersebut, kami ingin memiliki ekspektasi dan mimpi untuk menjadikan gerakan bahwa tiada hari tanpa pelayanan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang selanjutnya menjadikan branding ‘Sumbawa MKJP’, karena dengan program MKJP mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap pemaknaan kesehatan universal, seperti Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), angka harapan hidup (AHH), total fertility rate (TFR), laju pertumbuhan penduduk, prevalensi KB, unmetneed, dan tertundanya kehamilan yang tidak diinginkan. Dan berdasarkan hasil rilis sampai april 2016 capaian mkjp sebesar 47,42% dari 68.726 akseptor KB aktif. “Saya mengapresiasi para mitra kerja dan stakeholder yang telah berkomitmen dalam pelaksanaan program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga di Kabupaten Sumbawa,yang hingga saat ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama dalam penyiapan sumber daya keluarga yang berkualitas menuju keluarga kecil bahagia dan sejahtera,” pungkasnya.

Baca juga:  Pol PP Bakal Tertibkan Lapak PKL

Deputi Adpin selaku pembina wilayah NTB dr. Abidinsyah Siregar, DHSM.,M.Kes dalam sambutannya mengatakan, Ia sangat berbahagia 7 dari 10 Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan baru. Kepada Bupati/Walikota memerintahkan agar para Kepala SKPD KB untuk menyusun RPJMND masing – masing. Jika kepala daerah tidak perhatian kepada kependudukan, sejarah telah mencatat pemerintahan tidak akan berhasil.  KB dilakukan agar penduduk Indonesia seimbang. Lahirkanlah anak yang berkualitas dan rawatlah agar tumbuh sempurna. Dengan misi BKKBN kedepannya yaitu dengan adanya program KB, orangtua akan dapat membuka jalan kepada anak – anak untuk mencapai cita – citanya. KB membangun cara berfikir keluarga untuk berencana kedepannya. (Ron)

iklan debat