by

Operasi Patuh Gatarin, 773 Pengendara Terjaring Razia

Hasil Operasi Patuh Gatarin
Motor Pengendara yang Terjaring Razia Operasi Patuh Gatarin

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa—Sebanyak 773 kasus pelanggaran lalu lintas terjaring dalam operasi Patuh Gatarin 2016 yang digelar mulai 16 hingga 29 Mei 2016. Dari jumlah tersebut sebanyak 666  kasus pelanggaran untuk pengendara roda dua, sedangkan untuk pengendara roda empat terdapat 107 kasus pelanggaran.

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad, SIK melalui Kasatlantas, AKP. Edy Sudarma Korniawan, S, Kom mengatakan, dari jumlah pelanggaran tersebut untuk roda dua didominasi tidak menggunakan  helm sebanyak 310 pengendara, sedangkan untuk roda empat sebanyak 71 pelanggaran karena tidak mengenakan sabuk pengaman.  Untuk laka lantas selama kegiatan Operasi patuh Gatarin dilaksanakan terjadi 3 kasus, 1 luka berat, 3 luka ringan. “Dari hasil evaluasi selama seminggu dilaksanakan Operasi Patuh Gatarin  pagi, siang, sore masih tertib, namun pada malam harinya banyak pengendara yang melanggar karena beranggapan razia tidak dilaksanakan pada malam hari.” ujar Kasatlantas Polres Sumbawa.

Baca juga:  Biadap ! Ayah Setubuhi Anak Kandung Selama Tiga Tahun

Dikatakan, selama dua kali pelaksanaan razia di malam hari jumlah pelanggar meningkat diatas rata-rata, dengan dominasi jumlah pelanggar berusia 16-25 tahun, karyawan swasta sebanyak 470 kasus pelanggaran, mahasiswa 161, dan PNS 47 kasus. “Kalau memang kemungkinan pelanggaran lalu-lintas banyak terjadi pada malam hari tidak menutup kemungkinan razia bisa dilaksanakan malam hari,” kata Edy.

Terkait lokasi parkir di depan RSUD Sumbawa yang disinyalir mengganggu pengguna jalan, sejauh ini Satlantas Polres Sumbawa masih melakukan upaya koordinasi dengan dishubkominfo, untuk mencari solusi terbaik. “Keberadaan parkir di depan RSUD Sumbawa memang mengganggu sekali,  karena jalan menjadi sempit  sehingga pengguna jalan terganggu,” tandasnya. (KS/YD)