oleh

“Barapan Kebo” Pelestarian Tradisi Dan Peningkatan Harga Jual Ternak

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa—Sebagai ajang pelestarian budaya dan peningkatan harga nilai jual ternak kerbau, Pemda Sumbawa bekerjasama dengan PT Newmont Nusa Tenggara (PT.NNT) mengelar kegiatan Kerapan Kebo Bupati Cup Tahun 2016, yang dilaksanakan di Desa Tahan Kecamatan Moyo Hilir, Sabtu (14/5/2016).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Lalu Budi Suryata, Perwakilan PT. Newmont NNT, Asisten, Sekda, Kadis Perikanan, Kadis Peternakan, Camat Moyo Utara, dan masyarakat setempat. Barapan Kebo Bupati Cup 2016 tidak hanya diikuti oleh peserta dari Kabupaten Sumbawa saja, namun juga diikuti peserta dari Kabupaten Sumbawa Barat, dengan jumlah Kerbau sebanyak 200 pasang. Selain memperebutkan Bupati Cup 2016, ada beberapa hadiah hiburan yang diperebutkan peserta, diantaranya TV, Kulkas, dan lain sebagainya.

Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah dalam sambutan pembukaannya menyampaikan, “Barapan Kebo” merupakan tradisi atau budaya masyarakat Sumbawa yang sudah lama tumbuh dan berkembang. Tradisi Barapan Kebo dilaksanakan sebagai wujud terima kasih dan rasa syukur masyarakat Sumbawa setelah panen atau waktu akan masuknya musim tanam. Kehidupan masyarakat Sumbawa sebenarnya sangat erat dan tergantung dengan keberadaan kerbau. Hal ini terlihat dari fungsi dan peranan kerbau dalam kehidupan kita masyarakat Sumbawa, misalnya sebagai sarana untuk mengolah lahan pertanian (bajak), alat transportasi hasil pertanian, tabungan keluarga (bank hidup), untuk kebutuhan sosial keagamaan seperti pergi haji dan pesta perkawinan dan sumber biaya pendidikan,” ujar Wabup.

Baca juga:  Sudirman, Masih Ada Kekurangan Berkas Pasangan Calon

Dikatakan, Kerbau Sumbawa termasuk dalam tipe kerbau lumpur (bubalus bubalis). Bagi masyarakat Sumbawa kerbau Sumbawa merupakan ternak penghasil daging sebagai sumber protein hewani, juga menghasilkan susu untuk kebutuhan masyarakat Sumbawa. Kerbau sumbawa bagi masyarakat Sumbawa merupakan lambang prestise (social prestige) dan bukti tingkat kesejahteraan. Hingga kini kerbau termasuk komoditi perdagangan yang sangat prospektif. Namun akhir-akhir ini, karena kemajuan dibidang mekanisasi dan transportasi, fungsi ternak kerbau sedikit berkurang. Tetapi memelihara kerbau tetap menguntungan bahkan lebih menguntungkan dari ternak-ternak yang lain. Bahkan kerbau karapan harganya bisa mencapai ratusan juta, apalagi kalau memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh orang Tanah Toraja maka harganya bisa mencapai Rp. 1 milyar. Perkembangan peternakan kita di Kabupaten Sumbawa alhamdulillah cukup baik dari tahun ke tahun, baik dari aspek perkembangan populasi yang masih terkendali maupun peningkatan produksi dan produktivitas ternaknya. Oleh karena itu, ikhtiar serta upaya yang akan dan terus kita lakukan adalah bagaimana populasi, produksi dan produktifitas ternak kerbau terus meningkat, diantaranya dengan adanya UPTD kerbau dan juga penyelenggaraan event-event yang dapat meningkatkan kualitas kerbau Sumbawa seperti barapan kebo yang kita selenggarakan in,” ungkap Wabup Sumbawa.

Baca juga:  Operasi Pekat Jaring Kasus Judi, Prostitusi Dan Miras

Ditambahkan, Wabup mengajak seluruh elemen masyarakat Tana’ Samawa untuk tetap bersatu-padu dalam memelihara citra Kabupaten Sumbawa yang aman, tertib, dan damai serta ciri khas masyarakatnya yang ramah dan bersahabat, sehingga iklim kondusif yang telah tercipta selama ini dapat kita pelihara dengan baik. “Kepada para peserta yang mengikuti kejuaraan barapan kebo ini, saya ucapkan selamat bertanding, pelihara terus semangat kebersamaan dan jiwa sportifitas yang tinggi, bukan saja di arena pertandingan, akan tetapi hendaknya juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” Harap Haji Mo sapaan akrab Wakil Bupati Sumbawa.

Sebelum perlombaan dimulai, Wakil Bupati Sumbawa, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa dan perwakilan PT. Newmont NNT mencoba menaiki Kebo Barapan. (KS/YD)

Komentar