oleh

Moratorium Berdampak Pada Penurunan Pekerja Migran

Zainal Arifin Kabid Penta Disnaker Sumbawa
Zainal Arifin SPt, Msi
Kabid Penta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa–Angka pencari kerja ke luar negeri pada pada triwulan 2015 lalu dibandingkan dengan triwulan tahun 2016 ini mengalami penurunan. Hal itu disebabkan peluang –peluang negara tempat tujuan pekerja migran sebagian masih ditutup (dalam moratorium) seperti negara timur tengah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Penta, Zainal Arifin SPt, Msi diruang kerjanya Kamis (12/5) mengatakan, akibat moratorium tersebut para pekerja migran akhirnya beralih trend negara tujuan yakni wilayah asia pasifik (Aspac) yakni, Hongkong dan Taiwan. Proses dan persyaratannya pemberangkatan ke Aspac sangat ketat tidak seperti ke negara Timur Tengah, sehingga hal ini mempengaruhi data penurunan jumlah pekerja yang bekerja ke luar negeri.

iklan kampanye

Menurutnya, selain Hongkong dan Taiwan pekerja migrant juga memilih negara tujuan Singapura, Malaysia dan Brunai Darussalam meski tidak banyak, namun mayoritas bekerja pada sektor non formal. Pendidikan pekerja migran yang ke asia pasifik rata-rata lulusan diatas SD, sementara lulusan SD kebanyakan bekerja di Brunai dan Malaysia. “Untuk diketahui jumlah angka pekerja migran yang keluar negeri pada triwulan pertama tahun 2015 mencapai 779 orang sementara pada triwulan pertama pada tahun 2016 ini hanya 672 saja.Tahun lalu masih banyak ke Timur Tengah namun tahun ini lebih banyak ke Asia Pasifik,” kata Arifin.

Baca juga:  Rambu Salah Pasang, Satlantas Undang Dishub dan PU

Ditambahkan, jika pekerja migrant terjadi penurunan namun kondisi terbalik terjadi pada pencari kerja di dalam negeri, dimana tercatat hingga triwulan pertama pada tahun ini mencapai 233 pencari kerja yang mengurus kartu kuning, dan mengalami kenaikan jika di bandingkan pada tahun 2015 lalu dimana pada triwulan pertama hanya mencapai 102 saja. “Hal itu dapat dilihat dari jumlah pencari kerja yang mengurus kartu kuning, kenaikan juga disebabkan adanya investasi yang membuka usahanya di Kabupaten Sumbawa termasuk investasi toko berjejaring yang memerlukan jumlah karyawan yang cukup banyak. (KS/YD)

iklan debat