oleh

“Koperasi“ Untuk Kesejahteraan Masyarakat Sumbawa

Koperasi di SumbawaOleh: SANAPIAH, S.Pd.

Era pemerintahan Soeharto sebagai presiden republic Indonesia, dengan segala pertimbangan bahwa koperasi, baik sebagai gerakan ekonomi rakyat maupun sebagai badan usaha berperan serta untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam tata perekonomian nasional yang disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

iklan kampanye

selain itu bahwa koperasi perlu lebih membangun dirinya dan dibangun menjadi kuat dan mandiri berdasarkan prinsip koperasi sehingga mampu berperan sebagai soko guru perekonomian nasional. Untuk mewujudkan peningkatan perekonomian nasional perlu keikutsertaan pemerintah dan masyarakat. Bahwa untuk mewujudkan hal-hal tersebut pemerintah sudah mengatur ketentuan tentang perkoperasian dalam suatu Undang-Undang, yang diundangkan pada tanggal 21 Oktober 1992 kala itu Moerdiono selaku menteri sekretsris Negara (Mensesneg).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, adalah segala sesuatu yang menyangkut kehidupan koperasi. Sedangkan definisi koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Baca juga:  Surutnya Keberdayaan Hutan dan Tanah Pertanian di Sumbawa

Berdasarkan data dari dinas koperasi dan perdangangan kabupaten Sumbawa lebih kurang 150 kopersai yang tercatat masih aktif menjalankan usaha-usaha perkoperasiannya, Eksistensi koperasi di kabupaten Sumbawa memiliki peran dalam mewujudkan peningkatan perekonomian nasional, disamping itu banyak ditemui di wilayah kabupaten Sumbawa lembaga atau organisasi yang serupa dengan koperasi yang memberikan pinjaman kredit kepada pelaku-pelaku usaha mikro kecil menengah yang justru pengelolaan, mekanisme pemberian jasa pinjaman kredit, serta prinsip-prinsip pengelolaannya sangat jauh dari semangat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992.

Atas segelumit persoalan yang berkembang saat ini kita sebagai generasi muda harus berfikir dan bekerja ekstra untuk memberikan pendidikan serta pemahaman kepada masyarakat Sumbawa betapa pentingnya mendirikan koperasi, saya berasumsi bahwa kesejahteraan itu dapat kita raih melalu pengelolaan koperasi. Sebenarnya peluang itu ada, saya mengambil contoh dari kebiasaan petani-petani memasuki musim penghujan mereka sibuk mencari pinjaman kepada tengkulak , pinjaman itu untuk keperluan membeli bibit padi, pestisida, dan hal-hal yang berkaitan dengan keperluan pertanian. Itu pun mereka harus rela membayar dua kali lipat dari jumlah pinjaman awalnya. Disitulah peran koperasi akan mengorganisir para petani-petani, dan buruh tani di desa untuk aktif mendirikan koperasi, sehingga spirit dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota semata-mata dipahami oleh setiap masyarakat Sumbawa.

Baca juga:  Eksploitasi Anak VS Budaya

Saya mengutip kalimat dalam paragraph kedua dari tulisan ini “untuk mewujudkan peningkatan perekonomian nasional perlu keikutsertaan pemerintah dan masyarakat”. Jika masyarakatnya sudah sadar betapa pentingnya mendirikan koperasi dan pemerintah senantiasa memeberikan ruang kepada penggiat koperasi dalam memfasilitasi dalam bentuk regulasi, pembekalan, sosialisasi kepada masyarakat, dan menjamin ketersediaan sumber modal yang akan diberikan kepada koperasi-koperasi yang aktif dalam pengelolaan usaha nya, saya merasa yakin bahwa sebagian besar masyarakat Sumbawa akan hidup sejahtera tanpa selalu bergantung kepada pemerintah.