oleh

Teluk Saleh Rawan Pengeboman Dan Potasium

Muhammad Faesal, SAp Anggota Komisi IV DPRD Sumbawa
Muhammad Faesal, SAp
Anggota Komisi IV DPRD Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa–Hasil pantauan anggota Komisi IV DPRD Sumbawa Muhammad Faesal, SAp bersama tim belum lama menemukan  maraknya oknum nelayan yang mengunakan Bom, Potasium dan Lanate di sepanjang perairan Teluk Saleh. Menurutnya, sebagian besar oknum nelayan menggunakan bom dan potassium didorong keinginannya untuk mendapatkan hasil tangkapan yang lebih banyak dengan cara yang cepat.

Menurutnya  penggunaan  bom dan bahan kimia sangat berbahaya bagi kelangsungan spesies ikan dan biota di laut, bahkan bagi nelayan sendiri. Seperti yang kini tengah terjadi di Dusun Labuan Jontal Desa Teluk Santong, sebagian besar nelayan di sana masih mengunakan pola tersebut, hal ini jelas akan berimbas pada kesehatan manusia yang mengkonsumsinya, dikarenakan ikan yang mereka tangkap mengunakan Potasium dan Lanate.

iklan kampanye

Pihaknya berharap kepada keamanan maupun dinas terkait agar segera menyikapi permasalahan tersebut, terutama Polairud dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, dengan membangun beberapa Pos pengamanan di masing-masing lokasi yang dianggap rawan Ilegall fishing. Apalagi lokasi Teluk Saleh yang merupakan wilayah destinasi wisata yang perlu di jaga. Terkait permasalahan ini, pihaknya pernah mengkomunikasikan kepada SKPD terkait, namun jawaban yang di terima bahwa pengawasan laut sudah menjadi kewenangan pemerintah Provinsi.

Baca juga:  Tingkat Kecelakaan Meningkat Akibat Kelalaian Pengendara

Pihaknya juga menyayangkan Dinas bersangkutan tidak mampu berbuat banyak, karena kewenangan ada di pemerintah provinsi dan pusat, pemerintah daerah dalam mengamankan perairan hanya sebatas koordinasi. Dari hasil pantauannya hingga saat ini, kerusakan terumbu karang di sepanjang perairan Teluk Saleh sudah mencapai 70 persen sedangkan sisanya diharapkan kepada semua pihak untuk tetap menjaga dan memeliharanya bagi keberlangsungan ekosistem biota yang ada di laut.

Ditambahkan,DPRD Sumbawa secara kelembagaan akan membahas permasalahan ini yang selanjutnya menjadi salah satu Item penting untuk dibahas dalam sidang Paripurna nanti bersama Eksekutif.” Jika permasalahan ini dibiarkan berlarut maka salah satu Akuarium Dunia yang ada di Kabupaten Sumbawa Hanya tinggal nama”.Jelasnya.(KS/YD)

Baca juga:  LIKIP 2017, Inspektorat Periksa 32 OPD dan 24 Kecamatan