oleh

Hari Kartini Diperingati Dengan Launching Gerakan Gassibu

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa–Memperingati Hari Kartini yang jatuh tanggal 21 April 2016, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa menggelar kegiatan Donor darah dan Kampanye Bebas Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKI) di RTH Taman Mangga Sumbawa pada Kamis (21/4/2016).

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Didi Darsani, Apt menyampaikan, kegiatan donor darah rutin dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa setiap tiga bulan sekali. Berdasarkan hasil survey terhadap rumah tangga yang ada di Kabupaten Sumbawa, diketahui bahwa konsumsi garam beryodium di Kabupaten Sumbawa hanya 43 persen pertahun. Padahal, di Kabupaten Sumbawa terdapat tiga pabrik garam beryodium. Diketahui, kandungan yodium sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak dan kesehatan keluarga agar terhindar dari tumbuh kerdil dan penyakit gondok. Pada kesempatan tersebut juga dilaunching gerakan GASSIBU yaitu penggalangan dana Rp. 1.000 sahabat untuk seribu hari pertama kehidupan.

 

Sekda Sumbawa Drs. H. Rasyidi yang membacakan sambutan Bupati Sumbawa menyampaikan, salah satu bagian terpenting dari kesehatan adalah kesehatan ibu yang telah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan yaitu upaya kesehatan ibu harus ditujukan untuk menjaga kesehatan ibu sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas serta mengurangi angka kematian ibu. Adapun upaya kesehatan ibu dimaksud meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Dalam rangka akselerasi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), perlu adanya upaya efektif dan berkesinambungan serta dukungan semua pihak. Dalam mendukung terlaksananya strategi dalam percepatan penurunan angka kematian ibu, diperlukan upaya-upaya yang inovatif, strategis, dan efektif untuk memecahkan masalah yang mengakibatkan kematian ibu semakin meningkat dari berbagai unsur.

Baca juga:  Upacara Khidmat, Bupati Ajak Masyarakat Kompak Bangun KSB

Sekda menambahkan, terdapat dua faktor penyebab kematian ibu, yaitu penyebab langsung dan tidak langsung. Penyebab langsung kematian ibu adalah faktor yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas seperti perdarahan, pre eklamsia/eklamsia, infeksi, persalinan macet dan abortus. Sedangkan penyebab tidak langsung kematian ibu adalah faktor-faktor yang memperberat keadaan ibu hamil seperti empat terlalu (terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering melahirkan dan terlalu dekat jarak kelahiran) dan tiga terlambat (terlambat mengenali tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan, dan terlambat dalam penanganan kegawatdaruratan). Sedangkan faktor lain yang berpengaruh adalah ibu hamil yang menderita penyakit menular seperti malaria, hiv/aids, tuberkulosis, sifilis, penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes millitus, jantung, malaria, asma, Kurang Energi Kronik (KEK).

 

Donor darah merupakan salah satu upaya dalam mendukung akselerasi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI). Kegiatan mulia seperti ini harus terus digalakkan agar persediaan darah terus ada sehingga bisa melayani masyarakat yang membutuhkan. Karena dengan setetes darah yang kita donorkan, akan sangat berharga bagi yang membutuhkannya yang dapat menyelamatkan jiwa orang lain. Dengan menjadi pendonor darah juga merupakan wujud partisipasi nyata masyarakat dalam membantu pemerintah mensukseskan pembangunan, khususnya bidang kesehatan. Salah satunya adalah dalam menurunkan angka kematian, terutama pada kasus melahirkan.

Baca juga:  NasDem: UU yang Membelenggu Bangsa Harus Diubah

 

Terlaksanannya kampanye garam beryodium bersamaan dengan kegiatan donor darah. Unsur yodium penting bagi tubuh manusia. Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKI) adalah sekumpulan gejala yang timbul karena tubuh seseorang kurang unsur yodium secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Gaki mengancam kualitas sumber daya manusia karena mempunyai potensi menurunkan tingkat kecerdasan atau sering disebut Intelligence Quotient (IQ). Untuk itu diperlukan kesadaran semua masyarakat luas untuk selalu menkonsumsi garam beryodium. Agar semakin banyak masyarakat yang menyadari betapa pentingnya manfaat yodium bagi tubuh manusia maka kampanye seperti ini supaya sering dilakukan. Harapannya, agar kegiatan sejenis dapat menjadi agenda utama pada peringatan-peringatan hari besar lainnya, karena melalui kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kepedulian sosial yang tinggi kepada sesama dan juga membangun kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. Usai acara dilakukan pembagian garam beryodium kepada para pengendara yang melintas di sekitar Taman Mangga oleh para tenaga kesehatan dan jajaran Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa. (KS/YD)

iklan bkbpp

News Feed