by

Ditebas Parang, Warga Ngali Meregang Nyawa

Ilustrasi Pembunuhan Warga Ngali
Ilustrasi Pembunuhan Warga Ngali

Sumbawa Besar. Kabar Sumbawa — Nasib naas menimpa Sukriadi (25) anak dari Mastar alias Jetuk (61) tewas mengenaskan di ladangnya, Selasa (19/4) malam sekitar pukul 18.30 Wita. Warga yang tinggal di Dusun Ngali, Desa Labuan Kuris, Kecamatan Lape tersebut, terluka parah di bagian lehar setelah sebilah parang menebas bagian lehernya.

Informasi yang berhasil di himpun media ini menyebutkan bahwa, sebelumnya korban seharian bekerja di ladang. Usai magrib korban pamit kepada ayahnya, Mastar alias Jetuk (61) yang masih berada di ladang, untuk pulang ke rumah. Biasanya korban selalu menggunakan motor pergi ke ladang, tetapi karena lain hal motor tersebut terpaksa dirumahkan. Tak berselang lama dari keberangkatan pulangnya terdengar teriakan korban yang meminta tolong. Merasa curiga dengan apa yang terjadi, Mastar bergegas mencari sumber suara tersebut. setelah mengetahui asal suara tersebut, dari kejauhan Mastar melihat korban berlari ke arahnya. Tetapi belum sampai kepadanya korban terjatuh. Saat mengangkat tubuh anaknya, Masatar mendapati luka menganga di leher korban. Sementara itu, saat ditemukan korban masih dalam keadaan bernapas dan sempat menunjuk ke arah yang diduga TKP penganiayaan. Saat hendak dilarikan kerumah sakit korban sudah tidak bernyawa.

Baca juga:  Polres Sumbawa Ungkap Belasan Kasus Kriminal, Ada Prostitusi

Wakapolres Sumbawa yang dikonfirmasi terkait dengan hal tersebut, Komisaris Polisi (Kompol) Yuyan Priatmaja S.IK, Rabu (20/4), mengakui adanya kejadian itu. Bahkan menurut Waka  kuat dugaan korban ditebas sekitar 300 meter dari ladangnya. “Setelah ditebas, korban berusaha kabur ke arah ladangnya, tapi karena lukanya sangat parah, korban terjatuh. Ini merupakan keterangan dari orang tuanya yang saat itu berada di TKP,” jelasnya

Sementara itu, hasil penyelidikan sementara pihaknya menemukan tiga motif yang melatarbelakangi kasus pembunuhan tersebut. Salah satunya kecurigaan kepolisian adalah dendam. Namun sangat berbeda dengan dijelaskan oleh warga sekitar yang menyebutkan bahwa dalam keseharian korban adalah orang yang dikenal cukup baik dan tidak punya musuh. Selain itu pihaknya juga menemukan indikasi yang mengarah kepada pelaku. “Baik motif maupun keterangan yang mengarah ke pelaku sedang kami dalami, semoga dalam waktu dekat bisa terungkap,” ringkasnya. (Ron)