oleh

Rapat Paripurna, Bupati Sumbawa Sampaikan LKPJ

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa–Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawabawan (LKPJ) kepala darah tahun 2015, kemarin. Dalam pidato pengantarnya bupati menyampaikan informasi tentang target dan realisasi belanja daerah hingga akhir desember tahun 2015.

 

iklan kampanye

Dalam laporannya, pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp.1,307 triliun. Atau sekitar 99,21 persen dari target Rp.1,317 triliun. Realisasi ini secara persentase mengalami penurunan dibanding tahun 2014. Tetapi secara nominal mengalami peningkatan. Yaitu peningkatan pada target sebesar 15,42 persen. Serta peningkatan realisasi sebesar 13,20 persen dari tahun sebelumnya.

 

Peningkatan pendapatan tertinggi sampai tahun 2015 kata bupati, masih bersumber dari dana perimbangan sebesar Rp.916,58 milyar. Diikuti lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp.253,85 milyar. Serta dari PAD dengan konstribusi terkecil sebesar Rp.136,67 milyar.

Baca juga:  Maret 2019, LHKPN Pemerintah Kabupaten Sumbawa Capai 100%

 

Bila dilihat dari pertumbuhannya selama lima tahun terakhir menurut bupati, lain-lain pendapatan daerah yang sah mengalami peningkatan. Rata-rata per tahun sebesar 21,74 persen. Diikuti PAD sebesar 18,53 persen dan dana perimbangan sebesar 11,01 persen.

 

Terkait dengan belanja daerah lanjut bupati, diprioritaskan dalam rangka pelaksanaan urusan wajib dan urusan pilihan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Hal itu sesuai ketentuan perundang-undangan.

 

Belanja urusan wajib ditujukan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. semuanya diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, fasilitas sosial dan fasilitas umum lainnya.

 

Untuk realisasi belanja daerah H. Husni mengakui mengalami peningkatan sebesar 24,91 persen dari tahun 2014. Selama periode 2011-2015 meningkat rata-rata sebesar 13,80 persen pertahun. Yakni dari Rp.798,57 miliar pada tahun 2011 menjadi Rp.1,32 triliun pada tahun 2015.

Baca juga:  Tenaga Konstruksi Didorong Berlabel SNI

 

Pengelolaan terhadap keuangan daerah tersebut telah berjalan dengan baik. Ini dibuktikan dengan penghargaan yang diraih oleh Kabupaten Sumbawa dalam bidang pengelolaan keuangan daerah berupa opini wajar tanpa pengecualian dari BPK RI atas laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2012, tahun 2013, dan tahun 2014. Bahkan pada tanggal 14 Desember 2015, Kabupaten Sumbawa menerima anugerah daerah berprestasi penerima Dana Insentif Daerah (DID) untuk tahun 2016 dari Kementerian Keuangan RI. (KS/YD)

iklan debat