oleh

Perkembangan KTM Labangka Masih Lamban

Supriyatna dari Direktorat Pengembangan Sarana Prasarana Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi RI
Supriyatna
dari Direktorat Pengembangan Sarana Prasarana Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi RI

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa–Pemerintah pusat tetap konsisten akan membantu pengembangan Kota Terpadu Mandiri  (KTM) Labangka, dimana setiap tahunnya tetap mendapat kucuran Dana, mengingat Lokasi KTM tersebut sudah ada SK dari Kementerian. Hal itu dikatakan Supriyatna dari Direktorat Pengembangan Sarana Prasarana Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi RI, seusai Rapat Kerja Kota Terpadu Mandiri Labangka bersama Bappeda dan beberapa Kepala Dinas yang ada di Lingkup Setda Sumbawa di lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (14/4).

Menurut Supriatna, rapat bersama pemerintah daerah tersebut selain ingin mengetahui sejauhmana perkembangan masing – masing KTM yang tersebar di beberapa Kabupaten di Indonesia, juga menyerap aspirasi tentang kendala dan  fasilitas- fasilitas mana saja yang di butuhkan untuk percepatan pengembangan KTM selanjutnya, seperti beberapa kendala yang mencuat dalam rapat tersebut di sampaikan oleh beberapa kepala Dinas serta Camat Labangka seperti, kondisi jalan menuju KTM Labangka yang kini sebagian besar  telah rusak, demikian penambahan lokasi jalan alternatif  di lokasi tersebut, minimnya sarana dan prasarana air bersih, perlu dibangunnya pengolahan Pakan Ternak, pasar ternak, pengembangan lokasi pariwisata dan lainnya. Masukan inilah nantinya akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat untuk segera dibahas dibeberapa kementerian.

iklan kampanye

Lanjutnya, dari 48 KTM yang ada di Indonesia, 8 diantaranya dinilai sudah mandiri,sementara  KTM Labangka termasuk salah satu KTM yang pengembangannya masih dibilang sangat lamban perkembangannya. Dan salah satu upaya untuk mempercepat perkembangannya selain suport dana dari pemerintah pusat, diperlukan juga Shering  dana dari pemerintah Provinsi dan daerah setempat.(KS/YD)

iklan debat
Baca juga:  A Rafiq : Perjalanan Reses, Serap Aspirasi Petani Dan Nelayan