oleh

Percepat Pengembangan KTM Labangka, Disnakertrans Gelar Rapat Pokja KTM Labangka

Rapat KTM LabangkaSumbawa Besar, Kabar Sumbawa–Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa kembali mengadakan rapat kelompok kerja Kota Terpadu Mandiri Labangka, di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa, (Kamis, 14/4). Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan percepatan terwujudnya Labangka Komplek. Kegiatan yang diikuti dan dibuka langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs.H.Muhammading dihadiri Kepala Bappeda Sumbawa, Ir. H. Iskandar D, Mec., Dev dan sekaligus Ketua Pokja KTM Labangka, Perwakilan dari Kementerian Transmigrasi RI Ir. Supriatna M.Si, dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB Kasubdit Evaluasi Perkembangan Permukiman dan Kawasan, Drs. Sri Supriyono, MM Kasubdit Kemitraan Kelembagaan Pemerintah dit promosi dan Kemitraan dan Kepala SKPD seKabupaten Sumbawa dan Camat Labangka, Camat Plampang dan Camat Maronge.

Iskandar
Ir. H. Iskandar D. M.Ec.Dev
Ketua Pokja KTM Labangka

Dalam laporannya Ketua Pokja KTM Labangka Ir. H. Iskandar D. M.Ec.Dev menyampaikan bahwa pengembangan wilayah pengembangan transmigrasi diarahkan untuk mewujudkan pusat pertumbuhan baru sebagai Kawasan Perkotaan Baru, sedangkan Lokasi Permukiman Transmigrasi diarahkan untuk mendukung pusat pertumbuhan yang telah ada atau yang sedang berkembang sebagai Kawasan Perkotaan Baru. Untuk luas wilayah Kawasan Pembangunan dan Pengembangan KTM Labangka adalah 46.590 Ha yang meliputi 3 Kecamatan yakni Labangka, Plampang dan Maronge dengan 51.079 jiwa, Sehingga diperlukan aksesibilitas jalan lintas Labangka lebih dari satu sehingga dapat mendukung lalu lintas jagung yang merupakan komoditi andalan Kecamatan Labangka. “Infrastruktur di Kecamatan Labangka merupakan akses penunjuang, namun perlu diingat jika infrastruktur itu juga mempunyai batas penggunaan,” jelasnya.

iklan kampanye

 

Baca juga:  Kekeringan, Puluhan Hektar Tanaman Padi Gagal Panen

Selain itu Camat Labangka juga diminta untuk terus mengawasi penggunaan anggaran desa oleh Kepala Desa, karena terciptanya Labangka Komplek ini, memerlukan kerjasama setiap stakeholder baik pusat, daerah hingga ke desa.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Sumbawa yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan pembangunan Drs. H. Muhammading, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program KTM merupakan bagian dari kebijakan dan strategi yang bersifat lintas sektor dan multidisiplin, maka dalam manajemen pelaksanaannya membutuhkan koordinasi, sinkronisasi dan intergasi yang sangat intensif dengan lintas sektor terkait. Untuk itu, dibutuhkan pengorganisasian dan tata kelola yang baik agar berhasil guna dan berdaya guna dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan. Lebih lanjut, disampaikan pelaksanaan pembangunan dan pengembangan KTM dilakukan secara bersama dan terpadu oleh pemerintah, badan usaha/swasta dan masyarakat. Untuk itu, dalam rangka rapat kelompok kerja (POKJA) kota terpadu mandiri (KTM) Labangka Kecamatan Labangka, Kelembagaan Badan Pengelola Kawasan Ktm Labangka Terkait Teknis Operasional, Struktur Organisasi, Tugas Pokok Fungsi dan tata cara penyusunan indikasi kegiatan badan pengelola kawasan KTM Labangka. Transmigrasi pada dasarnya memiliki makna sebagai upaya untuk menciptakan daya dukung terhadap pembangunan sosial dan ekonomi serta terciptanya peluang investasi untuk mengembangkan pola kegiatan usaha dan komoditas unggulan. Beliau juga berharap bahwa dengan rapat pelaksanaan kelompok kerja kota terpadu mandiri (KTM) labangka yang dilaksanakan hari ini, diharapkan dapat mewujudkan pembangunan dan pengembangan kawasan ktm labangka secara terprogram, terintegrasi, berkelanjutan dan akuntabel”, harapnya. (KS/YD)

Baca juga:  Jadi Distributor Logistik, Pasar Karang Dima Juga Wadah UMKM dan Produk Lokal