oleh

Kasus PLTS Desa Mungkin Masuk Babak Finalisasi

Ilustrasi panel surya desa mungkin

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa– Insfektorat Kabupaten Sumbawa telah melakukan proses penuntasan penyusunan laporan hasil pemeriksaan terhadap kasus bantuan  Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Desa Mungkin Kecamatan Orong Telu. Dimana bantuan PLTS yang jumlahnya mencapai 182 unit tersebut diduga telah terjadi pemungutan dan penyimpangan didalam penyalurannya.

iklan kampanye
A Rahim. S.Sos  Kepala Inspektorat
A Rahim. S.Sos
Kepala Inspektorat

Kepala Inspektorat, A. Rahim, S.Sos.yang dikonfirmasi belum lama ini mengatakan, untuk saat ini dari hasil pemeriksaan khusus yang dilakukan oleh inspektorat tinggal menyelesaikan finalisasi laporan. Dan diharapkan dalam beberapa hari kedepan pihaknya sudah bisa menyimpulkan hasilnya. Mengingat perkembangannya telah memasuki tahap akhir dalam rangka penyusunan laporannya hasil dari pemeriksaan tim riksus kemarin.

Baca juga:  Hutan Bakau di Nanga Boro Desa penyaring Dibabat

Dikatakan, saat ini laporan tersebut sudah memasuki babak akhir dalam rangka penyusunan laporannya. Sementara itu, dari informasi dan  keterangan lain terkait dengan kasus yang terjadi di Desa tersebut, akan dikumpulkan untuk kemudian nanti dijadikan bahan untuk membuat analisis laporan. Pihaknya sudah menghubungi dinas terkait, (Distamben ).

Menyangkut dugaan keterlibatan oknum perangkat desa sudah terbukti. Oknum Kades juga  mengakui adanya pungutan terhadap warga penerima bantuan unit PLTS. “Benar ada pungutan dan itu sudah diakui. Itu pun sudah dikembalikan. Dalam kasus ini pihaknya, akan merekomendasikan solusi dalam penyelseian masalah tersebut. Dengan harapan suasana di wilayah setempat tetap kondusif. Serta program PLTS bisa dijalankan berkelanjutan. Ditanya terkait apa sanksi terhadap oknum kepala desa tersebut, pihaknya enggan menyampaikan apa bentuk sanksi yang diberikan, ”Yang jelas tetap ada sanksi dari pimpinan daerah,” tandasnya. (KS/YD)

iklan debat