oleh

Pesona Tambora 2016 Tanpa Teluk Saleh Menjadi Ritus Wisata Budaya Sepi

Destinasi Waktu Hanya ada Di Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa — Dua kiblat arah pemangunan sector pariwisata budaya Indonesia, Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Ekonomi Wisata Kreatif Komunitas. Kabupaten Sumbawa sebagai bagian ademistratif Provinsi Nusa Tengggara Barat, selalu di tinggalkan dalam kebijakan pembangunan sector pariwisata dibandingkan dengan kontinyuitas pembangunan sector wisata di pulau Lombok. Terkait dengan hal itu, Kabupaten Sumbawa mulai mencoba menerapkan konsep Kawasan Ekonomi Wisata berbasisi Kreatif Komunitas, dengan melibat masyarakat sebagai pelaku utama pariwisata.

Perayaan letusan Tambora 201 abad yang dikemas kedalam agenda tahunan pariwisata Indonesia, dengan sengaja tidak melibatkan blok teluk saleh dalam perayaannya, justru akan menjadi ritus wisata budaya yang sepi, hanya terkesan melakukan rutinitas, serimonial dan menghabiskan anggaran, dengan dampak yang tidak berkelanjutan, untuk menggerakan kreatifitas masyarakat pulau Sumbawa sebagai pelaku utama pembanunan pariwisata dan budaya.

Baca juga:  Labuhan Jambu, Desa Wisata Hiu Paus Berbasis Masyarakat Pertama Di Indonesia

Kementrian Pariwisata Indonesia, merayakan 201 abad letusan Tambora 201, menghadirkan kegiatan dengan tema Pesona Tambora, sebagai agenda kementrian pariwisata, Kabupaten Sumbawa mendapatkan peran sebagai tuan rumah perayaan Ziarah Tambora, didalamnya selain seminar internasional tentang Utofia dan distofia tambura, selain itu, program tambora Art-Chives dan Alunan gambus dan musik Semesta di Gili Tapan Labuhan Sangur Kecamatan Maronge.

Gili Tapan yang berada di tengah-tengah Teluk Saleh, ber hadapan langsung dengan Gunung Tambora, menjadi titik sentral wilayah Indonesia, bahkan di gugusan Teluk Saleh dan pulau-pulau keil didalamnya, justru ada banyak catatan sejarah yang meramikan pembangunan pradaban Bahari Pulau Sumbawa. Sehingga momentum Pesona Tambora dengan hadirnya wilayah teluk Saleh sebagai arena Seni Budaya Ziarah Tambora di Gili Tapan, berdekatan dengan Gili Ngali (Ngali Siwa) dan Gili Dua, untuk masa mendatang akan menjadi wilayah destinasi waktu, peristiwa dan sejarah, bukan hanya destinasi objek wisata. Sehingga Sumbawa kekinian akan membuktikan diri sebagai pengungkit pradaban Semesta.

iklan bkbpp

News Feed