oleh

Potensi Garam Sumbawa Cukup Menjanjikan

Potensi Garam SumbawaSumbawa Besar, Kabar Sumbawa—Luas potensi pengembangan garam di Kabupaten Sumbawa jumlahnya mencapai 3500 hektar. Dari luas tersebut yang dimanfaatkan baru sekitar  101 hektar,  yang tersebar di tiga titik lokasi, yakni Kecamatan Uthan, Lape dan Tarano.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Ir Lalu Tawaqal menjelaskan, pada awal Tahun 2011 jumlah produski garam mencapai 3600 ton, sekalipun banyak kendala dari sisi pemasaran, namun akhirnya produksi tersebut dapat dipasarkan. Tahun berikutnya yakni Tahun 2012 hasil produski garam Sumbawa mencapai 6118 ton. Sedangkan selama dua tahun berikutnya produksi menurun, dan dimulai lagi pada Tahun 2015 dengan hasil produksi sebanyak 3600 ton.

Dikatakan, penurunan jumlah produksi yang terjadi dari Tahun 2013 hingga 2015 disebabkan adanya tekhnologi baru dengan menggunakan Geo Membran. Geo Membran merupakan sebuah  tekhnologi  yang dikembangkan agar hasil produksi garam lebih cepat proses produksinya, warnanya putih bersih, nilai ekoniminya tinggi dan kualitasnya lebih bagus.“Sebelum menggunakan Geo Membran waktu  prosesnya agak panjang, dan kualitasnyapun rendah jika dibandingkan garam hasil produksi menggunakan Geo Membran,” kata Lalu Tawaqal.

Baca juga:  Pemkab Bengkalis Pelajari Tata Kelola Kecamatan di Kabuapten Sumbawa

Dijelaskan, Geo Membran merupakan alat yang menyerupai terpal yang digunakan untuk alas saat proses pengeringan dilakukan. Dengan alat tersebut para petani garam akan lebih cepat untuk melkukan proses produksi. Dari tiga titik sentra pengembangan garam di Kabupaten Sumbawa, kapasitas produksinya mencapai sekitar 3800 ton, sedangkan untuk Labuhan Bontong Kecamatan Tarano produksinya kini telah mencapai 70 ton, produksi di Lape 3600 ton yang kemudian dikirim ke luar daerah seperti Kalimantan, dan Pulau Lombok. Untuk pemasaran lokal, garam produksi Sumbawa  didistribusikan ke Kabupaten Sumbawa Barat, dan perusahaan ubur-ubur  di wilayah Empang dan Tarano. Dimana satu perusaahaan ubur-ubur membutuhkan sekitar 500 ton garam.

Baca juga:  TAGANA Sumbawa Juara 1 di Tiga Kategori

Untuk menambah pengetahuan petani garam, Kata Lalu juga telah dilakukan sosialisasi kepada kelompok tentang tekhnologi geo membran serta mendorong tumbuhnya lembaga koperasi untuk mengembangkan usaha produksi garam. “Saat ini sudah ada 22 kelompok Pugar , Kecamatan Tarano dan Lape sudah memiliki koperasi koperasi Pugar, dan akan dibentuk satu Koperasi Pugar lagi di Kecamatan Uthan,” tandasnya. (KS/YD)

iklan bkbpp

News Feed