oleh

PAW Demokrat, Budi Kurniawan Si Kumis Macan Digadang Bakal Gantikan Biyok

Syamsul Fikri AR, SAg, Msi  Ketua Komisi I DPRD Sumbawa
Syamsul Fikri AR, SAg, Msi
Ketua Komisi I DPRD Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa—Budi Kurniawan, ST kader Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan I (Tarano, Empang, Plampang, Labangka dan Maronge), digadang-gadang bakal menduduki kursi DPRD Sumbawa menggantikan posisi H. Syamsuddin (H. Biyok). Sementara itu H. Ruslan yang dikabarkan bakal mengantikan posisi adik kandungnya justru dipecat dari keanggotaan partai karena dinilai telah melanggar kode etik.

Ketua DPC Partai Demokrat, Syamsul Fikri AR, S Ag, MSi menjelaskan, berdasarkan hasil musyawarah jajaran Pengurus Partai Demokrat dengan Dewan Penasehat, telah diputuskan bahwa Budi Kurniawan, ST akan segera mengisi kursi DPRD Sumbawa periode 2014-2019.  Pihaknya bahkan telah berkoordinasi dengan DPD dan DPP tentang rencana Pergantian Antar Waktu (PAW). “Kami telah berkoordinasi dengan Ketua DPD dan DPP bahkan secara resmi surat rencana PAW juga telah kami kirimkan, semoga ini segera diproses dan ditindaklanjuti,” ujar Fikri.

Baca juga:  Bupati "Semprot" SKPD Hingga Kepala Desa, Percepat Penyerapan Anggaran

Ditanya tentang figur Budi Kurniawan yang bakal menggantikan posisi H. Biyok Fikri menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah sosok yang loyal, berdedikasi tinggi, ulet, teguh dan tegas. Sehingga mendapat Julukan “Si Kumis Macan”. Tegas dan bersikap, ulet dalam berjuang, dan loyal terhadap partai.

Menurut Fikri, sebagai pimpinan partai dirinya telah memfasilitasi persoalan yang terjadi antara H. Biyok dan H. Ruslan, namun kedua belah pihak tidak setuju dengan saran-saran yang disampaikan. Sehingga terjadilah kasus yang menimpa keduanya. Saat ini keputusan hakim terhadap H Biyok sudah inkrah, sehingga dari etika partai maka yang bersangkutan keduanya harus diberhentikan, karena telah melanggar kode etik  partai. “Sebagai Ketua DPC Partai Demokrat kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk memfasilitasi persoalan yang terjadi, namun keduanya tidak mengindahkan saran-saran yang kami sampaikan, sehingga kami harus memberhentikan keduanya,” tegas Fikri.

Baca juga:  DWP Sumbawa Gelar Sosialisasi Dan Pelatihan Budaya Adat Samawa

Ditambahkan, diberhentikannya H. Ruslan dan H. Biyok dari keanggotaan Partai Demokrat tidak berarti akan mengurangi jumlah kader mumpuni, sebab masih banyak kader-kader muda Partai Demokrat lainnya yang siap berjuang dan mendukung kebijakan partai. “Rekomendasi PAW sudah kami kirimkan kepada Bupati, Ketua KPU Sumbawa dan Gubernur NTB, termasuk tembusan disampaikan kepada DPD dan DPP,” tandasnya. (KS/YD)

iklan bkbpp

News Feed