oleh

Sangat Disayangkan Program SPR Tidak Untuk Kerbau

H Ilham Mustami
H Ilham Mustami SAg
Wakil Ketua DPRD Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa—Sangat disayangkan program Sentra Peternakan Rakyat (SPR) yang dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa bukan untuk ternak kerbau namun lebih fokus pada jenis ternak sapi yang sejauh ini sudah memiliki banyak program untuk pola pengembangannya. Semestinya Program dari Kementerian Pertanian itu lebih difokuskan pada kerbau yang notabene jumlah populasinya lebih kecil.

Wakil Ketua DPRD Sumbawa, H Ilham Mustami SAg mengatakan, pihaknya memaklumi program tersebut merupakan kebijakan Pemerintah Pusat, dengan segala bentuk permasalahannya. Hanya saja sangat dsayangkan karena seharusnya program SPR itu untuk kerbau, bukan sapi. “Pengembangan sapi programnya sudah menumpuk, sementara kerbau kondisi kritis dan terkesan terabaikan, dengan populasinya yang makin menurun dati tahun ke tahun,’’ ujar H. Ilham.

Menurutnya, untuk mengangkat kembali jumlah populasi kerbau di daerah ini perlu langkah strategis yang dilakukan Pemkab Sumbawa, apalagi secara nasional populasi kerbau terhitung kondisinya sudah menurun. Keberadaan UPTD kerbau di Kecamatan Maronge pun dinilai jauh dari cukup untuk pengembangan kerbau. Mengingat tujuan dibangunnya UPTD ini untuk mentransformasi, menjadi pilot project tata kelola beternak kerbau. Diharapkan UPTD bisa menuntaskan permasalahan ternak kerbau. Misalnya mengatasi persoalan rendahnya angka kelahiran, tingginya angka kematian. Sehingga angka kelahirannya tinggi, dan angka kematiannya itu ditekan sampai ke titik yang paling rendah. Selain itu mampu menangani penyakit atau masalah-masalah yang sering dialami oleh peternak kerbau seperti penyakit antrax, SE, flu, cacing dan lain-lain. “Ini bagian terpenting dari fungsi UPTD agar persoalan-persoalan kerbau dapat teratasi dengan baik,’’ kata Ilham..

Ditambahkan, agar pengembangan kerbau dapat berjalan maksimal harus ada upaya lain yang dilakukan, salah satunya adalah mengadopsi program yang ada, seperti Bumi Sejuta Sapi (BSS) yang diganti menjadi Sejuta Kerbau dengan waktu pelaksanaan yang lebih lama. Artinya jika program BSS selama 5 tahun, maka untuk Sejuta Kerbau bisa dilaksanakan sampai 10 tahun. Pihaknya juga mengakui program BSS telah mampu meningkatkan populasi sapi di NTB pada umumnya dan khususnya Kabupaten Sumbawa. “Kerbau merupakan ternak asli Sumbawa, saat ini kondisinya mengalami penurunan dan belum pernah mendapatkan sentuhan, untuk dibuatkan suatu program khusus bagaimana menanggulangi penurunan populasi kerbau,”tandasnya. (KS/YD)

iklan bkbpp
Baca juga:  Rafiq Diperiksa Penyidik Tipikor Polres Sumbawa

News Feed