oleh

Masyarakat Alas Usulkan Jalan Alternatif Desa Gontar-Gontar Baru

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa—Beberapa hari melaksanakan kegiatan reses di wilayahnya di Dapil IV, Ketua DPRD Sumbawa menyimpulkan bahwa usulan utama yang disampaikan masyarakat adalah pembangunan jalan alternatif melalui Alas Barat, sesuai dengan rencana Pemerintah Daerah. Dimana nantinya juga akan dibangun jembatan yang akan menghubungkan Desa Gontar dan Gontar Baru.

Lalu Budi Suryata, SP
Ketua DPRD Sumbawa, Lalu Budi Suryata, SP sedang berdiskusi dengan masyarakat Alas

Ketua DPRD Sumbawa, Lalu Budi Suryata, SP mengatakan, selain jalan alternatif yang menghubungkan Desa Gontar dan Gontar Baru, beberapa persoalan yang disampaikan masyarakat adalah menyangkut sarana penerangan jalan untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Termasuk pembangunan tanggul pengaman di Karang Padak untuk menangani banjir rob yang ketika musim pasang sering menggenangi pemukiman warga.

iklan

Hal lain yang disampaikan masyarakat adalah menyangkut jembatan putus di Desa Ai Jati untuk segera diperbaiki, karena pembangunan jembatan tersebut masih menjadi tanggung jawab kontraktor. Termasuk sarana pipa air bersih, untuk dilakukan revitaslisasi PDAM menyangkut jaringan induk dan jaringan penyangga, termauk jaringan perpipaan yang perlu dilakukan peremajaan.

Baca juga:  Terkait Tata Kelola Anggaran, KPU Sumbawa Study Banding ke Bandung

Dikatakan, untuk wilayah desa lainnya akan disesuaikan dengan karakteristik desa masing-masing sesuai program yang telah direncanakan oleh pemerintah Kecamatan Alas Barat, seperti Desa Lekong yang akan dijadikan pengembangan Desa Minapolitan, Desa Gontar yang akan dijadikan sebagai Desa Budaya dan Pendidikan, Desa Gontar Baru sebagi Desa Santri, Desa Lekong sebagai Desa Agropolitan, Desa Mapin Rea sebagai Desa Agrowisata, Mapin Kebak sebagai Desa Lumbung Beras dan Kampung KB, serta Desa Mapin Beru sebagai Desa jagung.

Hal lain yang patut segera disikapi adalah rencana pembangunan pabrik kompos di Desa Lekong. Dimana pelaksanaannya harus dilakukan secara konkrit dan masyarakat juga tidak dirugikan. Jika dimungkinkan ada anggaran pusat untuk pelaksanaannya, dengan melakukan kordinasi dan komunikasi tingkat sektor. Pembangunan pagar tembok keliling juga perlu dibangun, untuk menghindari sampah menyebar dari ke lokasi lain. Selain itu juga usulan mobil pemadam dan truk pengangkut sampah, termasuk pembangunan Insfratruktur jalan lingkar, jalan usaha tani serta pemberdayaan masyarakat pesisisr dan pulau-pulau kecil.

Baca juga:  Pasca Lebaran, Masyarakat Penuhi Kantor Disdukcapil

Ditambahkan, masyarakat di Kecamatan Alas juga mengusulkan pembangunan bendungan , jalan usaha tani, drainase, ruang terbuka hijau, normalisasi, pemasangan beronjong di beberapa titik sungai, termasuk normalisasi Brang Ode, dan pembangunan jembatan di Marente. “Pada prinsipnya berbagai usulan yang disampaikan masyarakat adalah insfrastruktur pertanian, untuk itu kami minta pemerintah segera memliki peta sesuai dengan kondisi riil di lapangan. karena secara tidak langsung akan mengurangi angka kemiskinan. Terhadap daerah-daerah yang memiliki areaa cetak sawah baru juga diusulkan sumur dangkal, sumur dalam, dan peningkatan infrastruktur pertanian,” tandasnya. (KS/YD)