oleh

Operasi Gabungan Sasar Olat Rawa

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa — Pembalakan dan penjarahan hutan yang ada di Kabupaten Sumbawa semakin menjadi jadi, bahkan ratusan kubik kayu sudah diamankan tim gabungan yang terdiri dari, TNI, Polri, Brimob, Dishutbun, Polhut dan KPH Batulanteh. Tercatat sudah puluhan truk yang saat ini sedang dalam proses penyelidikan dinas terkait karena membawa kayu hasil ilegal loging tersebut. Dari data yang berhasil dihimpun, ada sekitar ratusan Kubik kayu jenis jati baik jati gelondongan maupun jati yang sudah dibentuk yang diamankan tim gabungan. Bahkan hari ini, (kemarin, red) tim gabungan berhasil membawa kayu dari kawasan hutan Olat Rawa dengan menggunakan 20 Truk, untuk mengangkut kayu hasil jarahan di hutan tersebut. Apabila di gabungkan dengan hasil operasi sebelumnya sudah ada sekitar 40 truk yang digunakan untuk mengangkut kayu hasil illegal loging dan ada 10 truk kayu yang sudah diamankan. Ini membuktikan bahwa kondisi hutan Sumbawa sudah dalam kondisi memprihatinkan

Komandan Distrik Militer (Dandim) 1607 Letkol Inf Agus Supriyanto yang di konfirmasi wartawan, Senin (7/3) kemarin mengatakan, saat ini Sumbawa sudah dikatakan sebagai daerah darurat illegal loging. Bahkan dari data yang ada sudah ratusan kubik kayu yang sudah diamankan. Tentunya dengan kondisi tersebut, semua pihak merasa prihatin dengan keberlansungan hutan yang ada di Kabupaten Sumbawa. “saya sangat prihatin dengan kondisi hutan Sumbawa, apabila hal ini (illegal loging, red) terus dibiarkan maka hutan ini akan habis, “ ungkap Dandim.

iklan

Menurut Dandim, operasi gabungan (Opsgab) ini tidak akan berhenti selama masih ada penjarahan hutan di Sumbawa. bahkan Ia menekankan kepada anggota yang ada dilapangan untuk tidak menyerah dalam memberantas masalah illegal loging ini. Bahkan semua instansi sudah mengambil sikap sesuai dengan jalurnya untuk ikut serta dalam memberantas masalah illegal loging ini karena sudah sangat meresahkan. “kalau ini masih terjadi mau dibawa kemana wilayah Sumbawa ini kalau gundul,”ujar Dandim, seraya mengatakan, Ia sangat bang dengan kinerja tim gabungan, tetapi dilain sisi Ia sangat prihatin dengan kondis hutan yang sudah semakin gundul.

Baca juga:  Isu Penculikan Anak, Polsub Sektor Kota Sumbawa Datangi Sekolah-Sekolah

Hal ini juga merupakan bukti komitmen tim gabungan untuk memberantas masalah ini karena sudah sangat meresahkan masyarakat. “ini merupakan komitmen kami dalam rangka membantu pemerintah daerah dalam memberantas masalah illegal loging ini,” ungkapnya, seraya mengatakan, dalam masalah memberantas illegal loging ini, apabila illegal loging ini terus dibiarkan akan mengakibatkan kekeringan. Apabila kekeringan tersebut terjadi maka akan berdampak pada swasemba pangan dan ketahanan pangan akan menipis. Apabila hal tersebut terus dibiarkan maka akan menjadi masalah kaitannya dengan ketahanan nasional. “saya berharap kepada dinas yang menangani masalah ini untuk tidak main main dalam proses penyelidikan, karena sudah sangat meresahkan,” tegas Dandim.