oleh

A Rafiq : Perjalanan Reses, Serap Aspirasi Petani Dan Nelayan

Reses Rafiq
Ketua Komisi II DPRD Sumbawa yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Abdul Rafiq sedang berdialog dengan para petani

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa — Selama perjalanan resesnya, Ketua Komisi II DPRD Sumbawa yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Abdul Rafiq menemukan berbagai persoalan yang dialami masyarakat. Terutama di kalangan masyarakat petani dan nelayan yang ada di Daerah Pemilihan (Dapil) IV, meliputi Kecamatan Alas, Alas Barat, Buer, Uthan dan Rhee.

Ditemui disela kegiatan resesnya, A Rafiq memaparkan bahwa, selama ini para petani di Sumbawa masih menggunakan pola-pola lama, sehingga hasil panen yang diperoleh petani tidak sebanding dengan jerih payah yang dilakukan. Melalui pertemuan yang dilakukan dengan para petani tersebut dapat menyerap keinginan petani dalam rangka meningkatkan produktifitasnya. Rafiq juga langsung bertatap muka dengan para petani di wilayah Orong Rea Kecamatan Alas.

Dikatakan, ke depan para petani di Sumbawa diharapkan mampu membuat dan menyusun perencanaan sendiri melalui penerapan tekhnologi pertanian, sehingga kesejahteraan petani dapat ditingkatkan. Dicontohkannya, dalam kunjungannya di Kabupaten Bandung belum lama ini peran pemerintah disana sangat luar biasa, terutama dalam pengelolaan tata niaga pertanian. Melalui proteksi yang dilakukan, petani dapat meningkat hasil panen yang hasilnya mencapai 7,6 ton perhektar melampaui target nasional 4,6 ton per hektar. Melalui program intensifikasi pertanian, alih fungsi lahan juga dapat diminimalisir. Dari tinjauan yang pernah dilakakunnya itu Rafiq berharap hal ini bisa menjadi inpirasi bagi petani dalam rangka meningkatkan kesejateraannya.

Baca juga:  Sumbawa Raih Penghargaan Kabupaten Peduli HAM Ke-3 kalinya

Menurut Rafiq, beberapa hal yang seringkali dihadapi para petani selama ini, adalah masalah ketersediaan pupuk dan obat-obatan, mahalnya bibit, saat panen raya harga jual anjlok. Belum lagi petani dihadapkan pada aspek permodalan, dimana petani sering terlilit hutang dengan rentenir yang bunganya sangat mencekik. “Hal inilah kondisi yang sering dihadapi para petani kita, dengan mereka mampu merencanakan sendiri, membantu permodalan serta proteksi dari pemerintah, kami yakin jika ini bisa berkembang maka tidak terlalu lama petani kita akan menikmati kesejahteraan,” kata Rafiq.

Dari pertemuan yang dilakukan bersama para petani dan nelayan, menjaring apa keinginan masyarakat kemudian diinventarisir dan apa yang diusulkan akan menjadi skala prioritas untuk dapat direalisasikan. (KS/YD)

iklan bkbpp

Komentar

News Feed