oleh

Wagub NTB Tinjau Potensi Kawasan Teluk Saleh Gunakan KRI Karang Pilang

Wagub NTB Tinjau Potensi Kawasan Teluk Saleh Gunakan KRI Karang Pilang
Wagub NTB Tinjau Potensi Kawasan Teluk Saleh Gunakan KRI Karang Pilang

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa—Menyambut puncak kegiatan Festival Pesona Tambora 2016, Sabtu (5/3) 2016 telah dilaksanakan pelayaran menggunakan Kapal Perang KRI Karang Pilang dari Pelabuhan Badas Sumbawa menuju Pelabuhan Calabai Kabupaten Dompu. Perjalanan laut yang memakan waktu hampir dua jam tersebut dimaksudkan untuk melihat potensi kekayaan Teluk Saleh, sekaligus meninjau persiapan kegiatan Festival Pesona Tambora, yang puncak kegiatannya akan dilaksanakan di Padang Savana Doroncanga Kabupaten Dompu, Tanggal 15 hingga 16 April mendatang. Dalam kesempatan ini Wagub juga memimpin rapat terkait pelaksanaan Festival PesonaTambora.

IMG_4572Turut dalam pelayaran tersebut Wakil Gubernur NTB, Bupati Sumbawa, Ketua DPRD Sumbawa, Kadis Budaya dan Pariwisata NTB dan sejumlah Pimpinan SKPD Provinsi NTB, Bupati Dompu, Wakil Bupati Bima, Wakil Bupati Bima serta sejumlah pejabat lainnya.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Muhammad Amin, SH, Msi saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa rencana strategis pembangunan di NTB harus terealisasi dan terakselerasi. Dimana telah direncanakan 2 kawasan di Pulau Lombok dan Satu di Pulau Sumbawa dijadikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. Salah satu pembangunan yang akan dilaksanakan yakni pengembangan Teluk Saleh, yang kekayaan lautnya mencapai hampir 11 Triliun Rupiah, termasuk juga rencana pengembangan sektor pariwisata di kawasan Samota. Sehingga jika rencana tersebut dapat segera terealisasi dalam beberapa tahun ke depan, maka akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang sangat luar biasa di Pulau Sumbawa.

Baca juga:  Serapan Gabah Di Sumbawa Terancam Gagal Capai Target

Terkait hal ini kata Wagub, pemerintah pusat juga memberikan perhatian yang sangat instensif yang akan dialokasikan bagi pembangunan jalan, listrik dan air bersih. Sehingga secara geografis antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa secara politis tida ada lagi disparitas dan ketimpangan, karena pembangunan dilaksanakan secara komprehensif dan terintegral. Karenanya dengan pembangunan wilayah samota ini tidak hanya sekedar menjadi isu-isu politik namun akan segera terealiasi pembangunannya.

Menurut Wagub, rencana realisasi untuk pembangunan kawasan Samota tentunya membutuhkan anggaran yang cukup besar, investasi tiap tahun meningkat. Dari investasi nasional yang mencapai 500 Triliun lebih, di Nusa Tenggara baru mencapai 30 persen saja. Karenanaya dengan dicanangkannya NTB di Koridor Lima yang menunjang ketahanan pangan adalah sektor pariwisata. Diharapkan sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten harus terjalin dengan baik dan terus bekerjasama dalam merealisasikan tujuan tersebut.”Kami yakin dengan sinergitas pemerintah pusat dan daerah semakin dapat mempercepat terealiasisnya pembangunan di Pulau Sumbawa,” tandas Amin. (KS/YD)

iklan bkbpp

News Feed