oleh

AMAN Minta Dilindungi

demo masyarakat adatSumbawa Besar, Kabar Sumbawa — Puluhan masyarakat yang bernaung di bawah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (25/) Dalam aksi tersebut, AMAN meminta supaya pemerintah melindungi keberadaan dan eksistensinya di Kabupaten Sumbawa. Karena masyarakat ini juga merupakan masyarakat Kabupaten Sumbawa yang perlu dilindungi.

Orator aksi, Roni Pasarani, mengemukakan keberadaan masyarakat adat di Indonesia khususnya di Kabupaten Sumbawa saat ini sudah ada UU yang mengatur. Secara hirarki konstitusi lanjut Roni, Pemda wajib hukumnya menindaklanjuti putusan MK tentang perlindungan dan pengakuan hak-hak masyarakat adat. “Kita memberikan kabar kepada masyarakat Sumbawa khususnya kepada pimpinan Kabupaten Sumbawa, di mana masyarakat adat di Kabupaten Sumbawa saat ini selalu jadi korban kebiadaban Negara,” cetus Roni.

Untuk itu pihaknya berharap melalui komitmen berasama agar Pemda Sumbawa ikut mendorong lahirnya Perda Kabupaten Sumbawa tentang Perlindungan dan Pengakuan Hak-Hak Masyarakat Adat. Bahkan ia mengklaim Pemda dan Bupati Sumbawa memiliki hutang politik kepada masyarakat adat. Karena sebentar lagi akan lahir Ranperda tentang masyarakat adat yang akan dibahas oleh DPRD untuk disahkan menjadi Perda tentang Perlindungan dan Pengakuan Hak-Hak Masyarakat Adat.

Di tempat yang sama, Usman salah satu perwakilan Masyarakat Adat Kanar, Juga menyinggung keberadaan hutan perum Perhutani. Yang mana di tahun 1970an, lahan yang masyarakat miliki ‘direbut dan ditempati’ Perhutani. “Kami dari Masyarakat Adat Kanar, meminta agar hak-hak kami dikembalikan. Jangan ada lagi intimidasi warga kami di Kanar,” tegas Usman.

Menurutnya, pihaknya masih mentolerir dengan adanya aturan pemerintah. Tapi dengan syarat agar masyarakat diberikan penjaminan yang layak. Maka mereka tidak akan lagi menggarap lahan tersebut. “Jika ada kesanggupan dari pemerintah untuk menjamin hak-hak hidup mereka semua. Kami akan segera turun dari lahan kami. Karena nenek moyang kami telah dibohongi, dirampas haknya dengan alasan menanam kayu di dalam lahan,” papar Usman.

berita TERKKINI