oleh

Pamit Belajar, Nurul Tidak Kunjung Pulang

Orang HilangSumbawa Besar, Kabar Sumbawa — Nurul Sumartiningsih (14 tahun) hingga kini tidak diketahui keberadaannya. Sejak pamit untuk belajar kelompok di rumah temannya, pelajar yang masih duduk di bangku SMP ini belum pulang ke rumah. Pencarian sudah dilakukan namun belum membuahkan hasil. Orang tua Korban Sabram yang beralamat di kelurahan Brang Biji kemudian melaporkan hal tersebut kepada aparat penegak Hukum, Rabu (10/2). Laporan tersebut dilayangkan orang tua korban, mengingat sebelumnya sudah terjadi kasus yang demikian di Sumbawa Barat yang mana korban di temukan warga sudah tidak bernyawa.

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhammad SiK yang di temui wartawan,  Kamis (11/2), mengakui adanya laporan orang hilang. Berdasarkan keterangan orang tua korban selaku pelapor, putrinya pamit belajar kelompok di rumah temannya bernama Linda di Gang Merak Kelurahan Brang Biji, Selasa (9/2) sekitar pukul 16.00 Wita dengan menggunakan ojek. Tetapi hingga menjelang magrib, Nurul belum pulang, sehingga kakaknya bergegas untuk menjemputnya, namun kakaknya tidak mendapatinya. Menurut temannya tempat Nurul belajar kelompok, yang bersangkutan sudah pulang dari tadi. Tetapi faktanya  hingga malam hari, Nurul belum juga pulang tentunya hal tersebut  membuat keluarganya resah. Apalagi handphone Nurul sudah tidak aktif sehingga sulit dihubungi untuk mengetahui keberadaannya.

iklan

Polisi yang menerima laporan ini juga ikut melakukan pencarian. Bahkan Polisi juga sudah menjadwalkan untuk meminta keterangan teman korban—tempat korban (Nurul) pamit untuk belajar kelompok. Hal ini untuk memastikan selama berada di rumah temannya ini, korban bersama siapa, atau pernah dihubungi oleh seseorang atau tidak. “Ini yang ingin kami ketahui sebagai petunjuk untuk melacak keberadaannya,” ujar Kapolres, seraya meminta masyarakat yang mendapat informasi atau mengetahui keberadaan korban untuk segera menghubungi pihak keluarga maupun kantor polisi terdekat. Ia juga berharap masyarakat untuk tidak berasumsi macam-macam sebelum ada hasil penyelidikan polisi.