by

2 Bandar Narkoba dan 1 Oknum Kadus Diringkus Polisi

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa — Giat operasi antic gatarin tahun 2016 sudah banyak membuahkan hasil, bahkan Sumbawa tercatat sebagai daerah terbanyak melakukan penangkapan terhadap para pelaku pengguna, Bandar, maupun pemakai barang haram tersebut. Salah satu pelaku pengedar narkoba  yang yang juga merupakan oknum kadus Brora, Dusun Brora, Desa Brora, Kecamatan Lopok, Rabu (10/2) . MA alias Yung (41) aparat desa tersebut ditangkap di kediamannya, RT 01 RW 01. Dalam penggeledahan, tim yang dipimpin Kasat Narkoba, IPTU Totok Suharyanto SH ini, berhasil mengamankan sejumlah barangora bukti berupa 5 poket narkotika jenis shabu seberat 6.50 Gram yang dikemas dalam plastik. Shabu tersebut senilai Rp 17,5 juta. Selain itu dua buah handphone yang digunakan untuk bertransaksi, uang tunai Rp 450 ribu, dua plastic sedotan untuk membagi shabu, satu unit senjata api jenis airshofgun beserta sarungnya, dan sebuah buku catatan keuangan hasil penjualan shabu.

Hanya berselang beberapa jam dari penangkapan Kepala Dusun (Kadus) Berora Kecamatan Lopok, MA alias Yung (41)—terduga pengedar narkoba, Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Sumbawa meringkus dua orang terduga bandar narkoba di wilayah Kecamatan Alas. Terduga bandar ini berinisial BA (32) dan SH alias Adi (31) keduanya warga Desa Luar Kecamatan Alas. Keduanya ditangkap di kediaman BA dalam aksi penggrebekan tim narkoba bekerjasama dengan jajaran Polsek Alas, Kamis (11/2) dinihari sekitar pukul 04.00 Wita. Dari tangkapan besar ini, polisi menyita sejumlah barang bukti yakni 1 kilogram (1000 gram) ganja kering, 7 gram shabu ditambah shabu yang belum sempat dipoket, 2 ganja ukuran kecil, 1 linting ganja, sebuah timbangan, 2 bong, 1 double tip, 4 buah handphone, sepucuk senjata api Air Shofgun, uang tunai Rp 150 ribu.

Baca juga:  Penemuan Mayat Gosong Gegerkan Warga Sumbawa

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SiK dalam konferensi persnya mengatakan bahwa, dari hasil pemeriksaan ketiga tersangka tersebut Ma alias Yung (41), BA (32),yang merupakan residivis dengan kasus yang sama dan SH alias Adi (31) pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini. Karena apabila melihat barang bukti tindak kejahatan ketiganya kemungkinan tersangka-tersangka ini merupakan Bandar yang berada di kabupaten Sumbawa. “kami akan terus mengembangkan kasus ini,apakah ada keterkaitan ketiga tersangka tersebut,”sebut Kapolres, seraya mengatakan untuk hukuman terhadap ketiga tersangka tersebut yang merupakan bandar Narkotika di jerat dengan pasal 112 ayat 1 UU Narkotika 35 tahun 2009 dengan ancaman 15 tahun sampai dengan seumur hidup. Tetapi hukuman tersebut tetap mengacu kepada hasil pemeriksaan dan penyidikan yang dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Sumbawa.