oleh

Musim Penghujan, Dinkes Tangani 14 Kasus DBD

Waspada Demam BerdarahWaspada Demam BerdarahSumbawa Besar, Kabar Sumbawa — Kasus yang sering di sebabkan oleh datangnya musim penghujan yaitu penyakit Demam Berdarah (DBD). Bahkan dari dari data yang berhasil di himpun media ini menyebutkan bahwa, sampai dengan hari ini ada 14 kasus yang di tangani oleh dinas kesehatan. Hal tersebut juga senada dengan apa yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (dinkes) Drs Didi Darsani Apt, kepada Kabar Sumbawa, Kamis (4/2) kemarin, untuk masalah DBD ini ada 14 kasus yang sudah di tangani. Upaya yang dilakukan pihaknya selama ini dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat, terutama penyuluhan terhadap upaya-upaya pencegahan terhadap penyebab DBD in sendiri.

Mengacu kepada data yang ada lanjutnya, untuk kasus DBD ini apabila di bandingkan dengan tahun 2014 maka tahun ini belum bisa dikatakan ada peningkatan atau penurunan, mengingat untuk masalah DBD ini eskalasinya yaitu pertahun. Untuk tahun 2014 misalnya untuk kasus DBD sendiri ada 150 kasus, sementara untuk tahun ini apabila di bandingkan dengan bulan yang sama, tahun ini lebih rendah. Tetapi hal tersebut harus tetap di waspadai mengingat saat ini masih sudah memasuki musim penghujan. Bahkan sejak bulan Desember kemarin pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat. “hal tersebut perlu dilakukan dalam rangka meminimalisir penyebab dari penyakit ini.”ujarnya.

Baca juga:  Mobil Puskel Mangkrak Warga Ropang Resah

Sementara itu lanjutnya, untuk 14 kasus DBD yang ada saat ini, itu belum bisa di kategorikan kedalam Keadaan Luar Biasa (KLB), penetapan KLB itu sendiri baru bisa dilakukan ketika di tahun ini meningkat tiga kali lipat dari tahun tahun sebelumnya.”saat ini belum bisa dikatakan sebagai Keadaan Luar Biasa (KLB) mengingat belum ada peningkatan jumlah yang signifikan,”ujarnya, seraya mengatakan,  untuk lokasi sebaran DBD sendiri mayoritas terjadi di daerah pesisir, seperti Labuhan Sumbawa, Unter Iwes, Lape,dan Lopok. Sementara untuk daerah terbanyak penderita DBD  yaitu Labu Terata, yang berada daerah Lape sebanyak 11 kasus. Hal tersebut terjadi karena kebiasaan masyarakat setempat yang menampung air dan tidak di tutup secara benar. Artinya bahwa katika air yang tergenang tersebut terbuka maka jentik-jentik nyamuk akan berkembang biak.

Baca juga:  Kebakaran Hebat, Pemilik Rumah Panik Dan Kejutkan Warga

Oleh karenanya Didi-sapaan akrab kadis ini, menghimbau dan berharap kepada masyarakat untuk terus menjaga lingkungan, jangan membiarkan air tergenang. Ketika nantinya  ada gejala gejala yang mengarah kepada penyakit DBD untuk lansung di bawah ke Puskesmas untuk mendapat pertolongan. Sebab beberapa kasus yang terjadi dan menyebabkan kematian itu terjadi karena lambannya masyakarat tersebut untuk melapor kepada petugas medis. Tentunya petugas medis juga tidak tinggal diam, pihaknya juga tetap akan melakukan sosialisai serta penyuluhan kepada masyarakat. sehingga sebaran penyakit ini tidak meluas dan penderita dapat mendapat pertolongan.

iklan bkbpp

News Feed