oleh

Kodim Sumbawa, Amankan Jati Gelondongan

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa — Aksi perambahan hutan di di Hutan Tanjung Bele, Desa Olat Rawa saat ini sangat memprihatinkan, bahkan masyarakat sudah terang terangan dalam melakukan perambahan hutan. Hal tersebut mendapat perhatian anggota TNI Kodim 1607 Sumbawa, Jumat (29/1) berhasil mengamankan kayu yang diduga hasil ilegal loging di kawasan Olat Rawa. Kayu tersebut ditemukan di sekitar kebun milik masyarakat di luar perkampungan, yang berada di kawasan hutan Tanjung Bele Olat Rawa, kecamatan Moyo Hilir. Diamankannya kayu gelondongan jenis jati ini berdasarkan informasi dari masyarakat, sekitar pukul 11.30 Wita. Menurut informasi dari masyarakat tersebut, awalnya kayu tersebut berjumlah sekitar lima kubik. Namun, sebagian besarnya diduga telah terlebih dahulu diangkut oleh pelaku ilegal loging. Akibatnya, yang tersisa hanya sebanyak 10 batang saja. Menindak lanjuti informasi tersebut, tim yang dipimpin Dan Unit Intel Kodim 1607 Sumbawa Lettu Inf. Zainul fahri turun untuk mengecek. Dari hasil tinjauan lapangan ternyata benar ada 10 batang kayu jati gelondongan ditemukan tergeletak di atas tanah.

Baca juga:  Stok BBM Aman Untuk Lebaran

Dandim 1607 Sumbawa Letkol Inf. Agus Supriyanto yang di temui wartawan membenarkan adanya kayu yang di amankan tersebut. Dalam hal ini pihaknya memang membantu KSDA dan KPH Batu Lanteh dalam mengatasi pembalakan liar. Sebab kondisi hutan di kawasan Olat Rawa sudah sangat memperihatinkan. Selain itu ini juga menyangkut persoalan lingkungan hidup. ‘’Ini Untuk menimbulkan efek jera bagi yang akan mencoba untuk melakukan pembalakan. Yang namanya hutan kan milik kita bersama, jangan dirusak,” ujar dandim.

Oleh karenanya lanjut Dandim, pihaknya akan intens melakukan lakukan operasi dan sweeping, bekerjasama dengan KSDA dan KPH Batu Lanteh. Sebab, ini merupakan bentuk komitmen TNI untuk menjaga lingkungan. Ini juga merupkan instruksi jelas dari Presiden RI. Dimana segala sesuatu yang menyangkut masalah kestabilan wilayah merupakan program TNI/Polri. ‘’Kalau ada permasalah di wilayah, terus TNI/Polri tidak ambil sikap itu akan jadi masalah. Kita membantu kestabilan wialayah, keamanan dan kenyamanan semua,”imbuhnya.

Baca juga:  Polisis Temukan Titik Terang Pembunuhan Warga Ngali

Dandim memberikan pengertian, menanam kayu membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga besar. Namun hanya dalam waktu beberapa jam saja kayu tersebut hilang akibat pembalakan. Tentu saja hal ini akan menyebabkan timbulnya bencana kekeringan, seperti banjir dan tanah longsor. Karenanya, upaya ini dilakukan agar kerusakan hutan jangan sampai meluas. Selanjutnya, temuan ini akan ditindak lanjuti sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

iklan bkbpp

News Feed