oleh

Tim Gabungan Kembali Amankan Kayu Diduga Hasil Ilegal Loging

Hasil Ilegal Loging
Ilustrasi Hasil Ilegal Loging

Sumbawa – Sekitar 54 batang (5 kubik) kayu gelondongan jenis Sanokeling diamankan tim gabungan KPH Batulanteh dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kodim 1607 Sumbawa. Kuat dugaan kayu-kayu tersebut merupakan hasil illegal loging, Kayu jenis Sanokeling tersbut di amankan tim gabungan di Dusun Luk A, Desa Luk, Kecamatan Rhee. Operasi Gabungan (opgab)  tersebut dilakukan pada hari Minggu (31/1) yang di pimpin lansung oleh Komandan Unit Intel Kodim 1607 Lettu Inf Zainul Fahri bersama KPH Batulanteh Habibi S.Hut.

Operasi tersebut dilakukan berdasarkan adanya informasi dari masyarakat bahwa di Dusun Luk A Desa Luk Kecamatan Rhee terdapat kayu gelondongan jenis Sonokling yang siap dimuat, Setelah mendapatkan informasi tersebut  Dan unit inteldim 1607/Sumbawa lansung berkoordinasi dengan ketua KPH Batu Lanteh Julmansyah untuk melaksanakan pengecekan ke lokasi sesuai laporan masyarakat tersebut. Sekitar pukul 18.00 wita Tim operasi gabungan bersama KPH Batu Lanteh dan  3 org anggota Unit Intel Kodim 1607/ Sumbawa  berangkat menuju Lokasi di Dsn Luk A Desa Luk Kec Rhee Kab. Sumbawa. Setelah sampai di Lokasi Tim operasi gabungan langsung mengangkut barang temuan tersebut dengan menggunakan 3 kendaraan dari  dinas KPH diantaranya 1 unit truk, 1 unit pick up, dan 1 unit Hilux.

Baca juga:  Festival Pesona Tambora "Sumbawa Jadi Persinggahan"

Komandan Distrik Militer (Dandim) 1607 Sumbawa Letkol Inf Agus Supriyanto membenarkan adanya pengamanan kayu jenis Sanokeling di duga hasil Illegal loging tersebut. Bahkan pihaknya akan secara terus menerus melakukann pengawasan terhadap hutan yang ada di Sumbawa, baik itu hutan lindung maupun hutan kawasan konservasi. “ini komitmen kami untuk menjaga hutan yang ada di Sumbawa,”ungkap Dandim, seraya menambahkan tentunya laporan-laporan dari masyarakat terkait dengan masalah ini sangat di harapkan dan akan tetap di tindak llanjuti.

Menurut Dandim, menanam kayu membutuhkan waktu bertahun-tahun. Hanya dalam waktu beberapa jam kayu tersebut hilang akibat pembalakan. Hal inilah yang nantinya berdampak pada timbulnya bencana seperti kekeringan, banjir dan tanah longsor. Sehingga pihaknya melakukan upaya tersebut supaya kerusakan hutan tidak meluas. Pengamanan yang dilakukan supaya ada efek jera bagi siapa saja yang mencoba untuk melakukan pembalakan liar. Mengingat hutan ini milik bersama yang harus tetap dilestarikan. Dalam hal ini pihaknya terus melakukan operasi dan sweeping bekerjasama dengan KSDA dan KPH Batulanteh sebagai bentuk komitmen TNI menjaga lingkungan. Hal ini juga merupakan intruksi dari presiden Republik Indonesia.

Baca juga:  PDIP dan Demokrat Resmi Usung Husni-Haji Mo’

Oleh karenanya ajak Dandim, mari bersama manjaga lingkungan terutama kawasan hutan lindung, jangan sampai ada keinginan untuk menjarah atau illegal loging demi kepentingan pribadi. “mari kita jaga lingkungan ini, kalau bukan kita siapa lagi,”pungkas Dandim.

iklan bkbpp

News Feed