Pembangunan IGD RSUD Sumbawa Baru 80 Persen

IGD Baru RSUD SumbawaSumbawa Besar,- Pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang harusnya sudah selesai 29 Desember sesuai dengan aturan yang tertera di kontrak. Tetapi realita yang terjadi dilapangan sampai dengan saat ini baru mencapai 80 persen atau sekitar 20 persen yang belum selesai. Saat di konfirmasi mengenai lambannya pembangunan tersebut Direktur RSUD Sumbawa, Selasa (5/1) kemarin, Dr Selvy mengungkapkan kekecewaannya kepada pihak kontraktor, memang untuk batas masa terakhir pembangunannya berakhir tanggal 29 Desember 2015 sesuai dengan yang ada di kontark. Tetapi mengingat sampai saat ini pembangunan masih belum selesai terpaksa di perpanjang. “memang ada klosul di dalam kontrak itu bisa diperpanjang 50 hari dengan ketentuan setiap hari keterlambatan itu dikenakan sangsi denda 1 permil dari nilai kontrak,” ungkapnya.
Sementara itu lanjutnya, untuk nilai kontrak yang sudah di sepakati adalah, 3. 769 (3,7) Miliar. Mengingat sampai saat ini belum juga selesai pihaknya memberikan kesempatan sampai 50 hari. “kesepakatan kita dengan pihak rekanan kemarin di bawah tanggal 15 Bulan ini sudah bisa selesai,” ungkapnya. Tetapi kalau Ia lihat progres pembangunannya sampai dengan hari ini kayaknya tidak bisa. “Kita lihat saja perkembangannya dari sekarang sampai dengan tanggal 15 nanti, kalau ada progres ya Syukur kalau tidak ya terpaksa ada sanksi yang mengatur hal tersebut,” ucap Dr ramah ini.
Seraya menambahkan, berkaitan dengan kendala yang dihadapi dalam pembangunan gedung tersebut. Pihaknya mengungkapkan bahwa, kalau melihat secara sepintas, memang kendalanya ada tenaga pekerjanya yang kurang maksimal. “Kita tidak tahu masalah di bagian dalamnya kenapa dan bagaimana, hanya saja yang kita lihat tenaga yang bekerja di sana kurang maksimal,” tuturnya. Seharusnya di saat–saat seperti ini sudah dikenakan sangsi harus terus di pacu. Kalau perlu lembur setiap hari siang dan malam untuk mengurangi denda. Tetapi kalau pihaknya melihat progres yang ada disana biasa-biasa saja tidak ada kekhawatiran dari para pekerja sendiri untuk menyelseikan. “Itu yang ada kekhawatiran kita, tetapi kalau dia kerjakan sampai 50 hari kalender kan KO dia nanti karena dendanya ini yang mungkin akan semakin menggunung,” ucapnya.
Dalam hal ini (pembanguan IGD) keterlambatan tersebut di akibatkan oleh pihak rekanan yang tidak sesuai dengan harapan penyelseian. Bahkan hampir setiap minggu pihaknya rutin mengadakan pertemuan untul mengingatkan kepada rekanan PT Adi Istana Mataram sebagai kontraktor untuk segera menyelesaikan pekerjaan.

News Feed